Indosat dan F5 Hadirkan Platform AI dengan 300 Model

FACEINDONESIA.CO.ID- Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) berkolaborasi dengan perusahaan teknologi F5 meluncurkan Indosat Intelligence Suite, platform kecerdasan buatan (AI) terintegrasi yang memungkinkan perusahaan mengakses lebih dari 300 model AI melalui satu antarmuka.

Diluncurkan pada Jumat (9/10/2026), platform ini dirancang untuk mempermudah perusahaan mengadopsi teknologi AI tanpa harus membangun infrastruktur sendiri. Layanan tersebut juga menawarkan pengelolaan biaya, peningkatan keamanan, serta pengaturan penggunaan AI sesuai kebutuhan bisnis.

Peluncuran Indosat Intelligence Suite sejalan dengan meningkatnya adopsi AI di Asia Tenggara. Studi 2026 yang dilakukan McKinsey, Singapore Economic Development Board, dan Tech in Asia mencatat, sebanyak 81 persen perusahaan di enam pasar Asia Tenggara telah beralih dari tahap eksperimen menuju uji coba atau perluasan penerapan AI.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan perusahaan kini membutuhkan solusi AI yang tidak hanya menyediakan akses ke berbagai model, tetapi juga mendukung penerapan teknologi tersebut secara aman dalam operasional bisnis.

Menurutnya, ekosistem AI menyeluruh yang dikembangkan Indosat melalui platform ini dapat membantu perusahaan menentukan model yang sesuai dengan kebutuhan sekaligus memperluas pemanfaatannya secara aman.

Indosat Intelligence Suite mengintegrasikan lebih dari 300 model AI terbuka dan tertutup, termasuk Sahabat-AI, model yang dihosting Indosat, serta berbagai model AI global. Melalui satu antarmuka, pengguna dapat memilih model berdasarkan kebutuhan, biaya, kualitas, dan kecepatan respons.

Platform ini juga menyediakan sistem kredit untuk membantu perusahaan memantau penggunaan serta pengeluaran AI di berbagai aplikasi dan tim. Fitur tersebut diharapkan membuat pemanfaatan AI lebih terukur dan efisien.

Dari sisi keamanan, teknologi F5 digunakan untuk membantu melindungi aplikasi, mengoptimalkan distribusi beban komputasi, serta mengantisipasi ancaman terhadap large language models (LLM) dan potensi kebocoran data.

Platform ini turut memperhatikan kebutuhan organisasi terkait kedaulatan data. Perusahaan dapat memanfaatkan Sahabat-AI dan model yang dihosting Indosat untuk memproses beban kerja di negara tempat organisasi beroperasi. Sementara itu, penggunaan model AI global dapat disesuaikan dengan kebijakan yang berlaku.

Chairman, President and CEO F5, François Locoh-Donou, menyatakan kolaborasi ini menghubungkan aplikasi perusahaan dengan infrastruktur AI melalui satu lapisan tata kelola yang terintegrasi.

Chief Revenue Officer F5, Chad Whalen, menambahkan bahwa banyak perusahaan masih menghadapi tantangan dalam membawa AI dari tahap uji coba menuju penerapan operasional. Tantangan tersebut mencakup pengendalian biaya, keamanan, tata kelola, dan pemenuhan persyaratan kedaulatan data.

Untuk menjangkau berbagai segmen pengguna, Indosat Intelligence Suite menawarkan tiga skema layanan, yakni Pay as You Go, Unified Enterprise Credit, dan Dedicated Capacity. Pilihan ini ditujukan bagi pengembang, bisnis yang sedang berkembang, perusahaan besar, hingga instansi pemerintah.

Pada tahap awal, Indosat menargetkan platform tersebut dapat digunakan oleh 50 bisnis dan organisasi. Layanan ini sudah dapat diakses melalui intelligencesuite-ai.ioh.co.id, yang menyediakan katalog model, informasi harga, serta fasilitas pengajuan akses.

Melalui kolaborasi ini, Indosat dan F5 berharap perusahaan di Indonesia dapat mengadopsi AI secara lebih mudah, aman, dan efisien, sekaligus memperluas pemanfaatannya untuk mendukung produktivitas serta transformasi digital.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *