FACEINDONESIA.CO.ID- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyiapkan proyek percontohan perumahan pekerja yang terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan jaringan gas (jargas) di kawasan industri.
Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan di Ruang Kerja Menko Hilirisasi, Gedung Heritage Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Program ini diharapkan dapat menghadirkan hunian yang layak, efisien, dan ramah lingkungan bagi para pekerja.
Bahlil mengatakan, pemerintah tengah merancang konsep perumahan yang mengintegrasikan pemanfaatan energi surya dan jaringan gas rumah tangga. Melalui skema ini, setiap unit hunian direncanakan menggunakan PLTS atap serta mendapatkan pasokan gas melalui jaringan perpipaan.
Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas penggunaan energi bersih sekaligus mendukung pengembangan kawasan industri yang berkelanjutan.
Sejumlah wilayah dinilai berpotensi menjadi lokasi pengembangan proyek percontohan, di antaranya Maluku Utara serta kawasan industri di Pulau Jawa, termasuk Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bekasi, dan Meikarta.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan, pembangunan perumahan pekerja perlu direncanakan secara terpadu sejak tahap awal pengembangan kawasan industri. Dengan demikian, para pekerja dapat tinggal di hunian yang layak dengan dukungan infrastruktur memadai dan lokasi yang dekat dengan tempat kerja.
Menurut Maruarar, integrasi hunian dengan PLTS dan jaringan gas merupakan langkah strategis untuk mempercepat penyediaan rumah bagi pekerja sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi bersih.
Pemerintah juga akan menyiapkan kajian dan regulasi untuk mendukung penerapan model perumahan tersebut di sejumlah wilayah percontohan, dengan Maluku Utara menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian PKP akan mematangkan kajian teknis dan regulasi, termasuk kesiapan lahan serta skema pembiayaan. Persiapan tersebut diperlukan agar proyek dapat dikembangkan sesuai kebutuhan kawasan industri dan kemampuan pembiayaan.
Maruarar optimistis, pengembangan perumahan pekerja berbasis energi bersih dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak, meningkatkan kesejahteraan pekerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain mendukung penyediaan rumah, program ini diharapkan mampu memperkuat keterkaitan antara pembangunan perumahan, hilirisasi industri, dan transisi energi menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan.(ZID)






