FACEINDONESIA.CO.ID- Bank Indonesia (BI) memprakirakan penjualan eceran pada September 2026 tumbuh 1,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Agustus 2026 yang tercatat sebesar 1,3 persen.
Berdasarkan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang dirilis BI pada Jumat (9/10/2026), penjualan eceran September 2026 diperkirakan mencapai level 221,3. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penjualan kelompok barang lainnya, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta barang budaya dan rekreasi.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan peningkatan penjualan eceran secara tahunan mencerminkan kinerja sejumlah kelompok barang yang masih menunjukkan pertumbuhan positif.
Meski demikian, secara bulanan (month-to-month/mtm), penjualan eceran September 2026 diprakirakan mengalami kontraksi sebesar 2,3 persen. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh melemahnya penjualan kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Sebelumnya, IPR pada Agustus 2026 tumbuh 1,3 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan pertumbuhan Juli 2026 sebesar 1,1 persen. Kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta suku cadang dan aksesori.
Secara bulanan, penjualan eceran pada Agustus 2026 mencatat pertumbuhan sebesar 0,8 persen. Capaian ini berbalik dari kontraksi 0,1 persen pada Juli 2026, sejalan dengan terjaganya permintaan masyarakat selama periode peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di sisi lain, BI memperkirakan tekanan inflasi meningkat pada November 2026 dan Februari 2027. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) November 2026 yang mencapai 149,9, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 146,5.
Sementara itu, IEH Februari 2027 diprakirakan mencapai 177,9, meningkat dari indeks pada periode sebelumnya sebesar 166,0.
Ramdan menyampaikan bahwa perkembangan ekspektasi harga tersebut menunjukkan adanya potensi peningkatan tekanan harga pada periode mendatang.
Dengan demikian, meskipun penjualan eceran secara tahunan diperkirakan tetap tumbuh, kontraksi bulanan pada September 2026 serta kenaikan ekspektasi harga menjadi sejumlah indikator yang perlu dicermati dalam perkembangan konsumsi masyarakat dan perekonomian nasional.(ZID)






