FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Group melayani 394.443.300 pelanggan sepanjang Januari hingga September 2026. Jumlah tersebut meningkat 7,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 368.429.917 pelanggan.
Pertumbuhan jumlah pelanggan tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel, baik untuk mobilitas harian, perjalanan antarkota, akses bandara, wisata, maupun kereta berkecepatan tinggi.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan jumlah pelanggan mencerminkan semakin beragamnya kebutuhan perjalanan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
“Hampir 394,5 juta pelanggan menggunakan layanan KAI Group dalam sembilan bulan pertama 2026. Di balik angka tersebut terdapat kebutuhan perjalanan yang sangat beragam, dari aktivitas harian, perjalanan antarkota, akses bandara, hingga wisata,” ujar Anne.
Kontribusi terbesar berasal dari KAI Commuter yang melayani 312.302.440 pelanggan, tumbuh 6,38 persen. Layanan tersebut mencakup Commuter Line Jabodetabek, Banten, Bandung, Yogyakarta, Prameks, hingga Surabaya.
Sementara itu, layanan perjalanan antarkota dan lokal yang dikelola KAI mencatat 43.959.327 pelanggan atau tumbuh 8,33 persen. LRT Jabodebek melayani 24.702.905 pelanggan, naik 18,94 persen, sedangkan LRT Sumsel melayani 3.303.595 pelanggan.
Di Sulawesi Selatan, KA Makassar–Parepare mencatat 253.547 pelanggan atau meningkat 10,78 persen.
Untuk konektivitas menuju bandara, KAI Bandara melayani 5.110.010 pelanggan selama Januari–September 2026 melalui layanan KA Bandara YIA dan KA Srilelawangsa yang menghubungkan masyarakat dengan Bandara Kualanamu sekaligus mendukung mobilitas regional di Sumatera Utara.
Pada segmen wisata, KAI Wisata melayani 234.635 pelanggan atau tumbuh 39,43 persen. Sementara itu, layanan kereta cepat Whoosh mencatat 4.576.841 pelanggan, meningkat 1,16 persen.
Anne menjelaskan, KAI Group terus mendorong integrasi berbagai layanan agar perjalanan masyarakat semakin mudah. Integrasi stasiun dengan transportasi perkotaan, kereta antarkota, akses bandara, kereta cepat, serta moda lanjutan menjadi bagian dari pengembangan konektivitas KAI.
“Bagi pelanggan, yang paling penting adalah perjalanan dapat direncanakan dengan mudah dan perpindahan antarlayanan semakin sederhana. Karena itu, konektivitas menjadi bagian penting dari pengembangan KAI Group,” kata Anne.
Seiring meningkatnya jumlah perjalanan, KAI juga menjaga kinerja operasional. Pada periode Januari–September 2026, rata-rata ketepatan waktu kedatangan kereta api penumpang (OTP) mencapai 97,31 persen.
KAI Group akan terus memanfaatkan data permintaan pelanggan, ketepatan waktu, kapasitas, serta kesiapan sarana dan prasarana untuk menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat, termasuk pada periode akhir tahun.
“Pertumbuhan lebih dari 26 juta pelanggan dibandingkan periode yang sama tahun lalu menunjukkan kebutuhan terhadap transportasi berbasis rel terus berkembang. KAI Group akan terus membaca pola perjalanan pelanggan agar layanan semakin relevan, terhubung, dan mudah digunakan di berbagai wilayah Indonesia,” tutup Anne.(ZID)






