FACEINDONESIA.CO.ID- Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperkuat ketangguhan daerah agar pembangunan tetap berkelanjutan dan tidak mudah terhenti akibat bencana.
Menurut Bima, ketangguhan daerah bukan hanya berkaitan dengan kesiapan menghadapi bencana, tetapi juga upaya menjaga hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.
“81 tahun Sumatera Barat adalah cerita, kisah bagaimana rakyatnya mengubah semua ujian, segenap tantangan, seluruh kesempatan menjadi ketangguhan dan berujung pada kemajuan,” ujar Bima dalam keterangan resminya, Jumat (2/10/2026).
Ia menilai Sumbar telah memiliki sejumlah capaian pembangunan yang menjadi modal untuk terus berkembang. Beberapa indikator, termasuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pertumbuhan ekonomi, bahkan berada di atas rata-rata nasional.
Namun, Bima menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari infrastruktur dan kualitas pelayanan dasar. Kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam mengantisipasi serta menghadapi berbagai risiko juga menjadi faktor penting.
“Daerah yang tangguh bukan hanya daerah yang siap menghadapi bencana saja, tetapi daerah yang tidak pernah membiarkan bencana merampas masa depan,” tegasnya.
Bima mengapresiasi komitmen Pemprov Sumbar dalam membangun daerah yang tangguh. Komitmen tersebut tercermin dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumbar 2025–2029 yang telah memasukkan aspek kebencanaan dalam perencanaan pembangunan.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar risiko bencana diperhitungkan sejak tahap perencanaan, bukan hanya ketika bencana terjadi.
Selain memperkuat mitigasi bencana, Bima mendorong Sumbar meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pembangunan manusia harus berjalan seimbang dengan pembangunan fisik dan infrastruktur agar generasi mendatang memiliki kemampuan menghadapi tantangan masa depan.
Ia menyebut Sumbar memiliki modal sosial yang kuat, mulai dari nilai agama dan adat, jaringan perantauan, ikatan nagari, hingga semangat juang dan inovasi masyarakatnya. Potensi tersebut perlu dipadukan dengan tata kelola pemerintahan modern, investasi produktif, serta inovasi untuk mendorong kemajuan daerah.
Bima juga menekankan pentingnya memberikan ruang lebih luas bagi generasi muda Sumbar untuk mengembangkan potensi dan berkiprah di tingkat nasional maupun global.
“Tidak ada alasan bagi Minangkabau tidak mendunia. Kita menunggu, mendoakan, mengharapkan bukan saja nasi Padang atau tari piring yang mendunia, tetapi juga intelektual, profesor, guru besar, pemikir dari Sumatera Barat mendunia,” pungkasnya.(ZID)






