FACEINDONESIA.CO.ID- PT Pertamina EP Donggi Matindok Field (PEP DMF) Zona 13, bagian dari PT Pertamina Hulu Energi Regional 4, meraih penghargaan Gold Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026 Pilar Sosial SDGs 2 melalui program Sekolah Lapang Bioferdom.
Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Penganugerahan Indonesian CSR Awards dan Indonesian SDGs Awards 2026 yang digelar Corporate Forum for CSR Development (CFCD) di Jakarta.
Bioferdom merupakan inovasi pengolahan biosulfur slurry, produk samping dari proses pemurnian gas di Central Processing Plant Matindok, menjadi pupuk organik melalui proses Bio Sulfur Recovery Unit (BSRU).
Program ini dikembangkan bersama Gapoktan Mosa’angu di Desa Kayowa, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dengan pendekatan sekolah lapang yang memberikan pengetahuan secara langsung kepada petani.
Melalui program tersebut, petani memperoleh pupuk organik yang terjangkau dan dapat diproduksi secara mandiri. Program ini turut mendukung SDG 2 (Tanpa Kelaparan), khususnya peningkatan produktivitas dan pendapatan petani skala kecil.
Ketua Panitia Penganugerahan ICA & ISDA 2026, Ir. Thendri Supriatno, mengatakan penilaian tahun ini menekankan bukti dampak dan keberlanjutan program.
“Indonesian SDGs Award bukan sekadar ajang seremonial. Kami mendorong dunia usaha menghadirkan program yang terencana, terukur, dan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Manager Pertamina EP Donggi Matindok Field, Moh. Sidik Asngari, mengatakan penghargaan tersebut memperkuat komitmen perusahaan dalam menyelaraskan kegiatan operasi hulu migas dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Bioferdom lahir dari keyakinan bahwa tidak ada yang benar-benar terbuang dari sebuah proses produksi. Produk samping pemurnian yang selama ini belum bisa dimanfaatkan sebagai produk turunan, kami ubah menjadi pupuk organik yang menghidupi lahan petani,” kata Sidik.
Sejak dijalankan, Sekolah Lapang Bioferdom telah melibatkan 26 petani dari 10 kelompok tani. Kapasitas produksi pupuk organik mencapai lebih dari 60 ton per tahun, sementara penghematan biaya produksi pertanian tercatat hingga 54 persen.
Program tersebut berjalan dengan peta jalan empat tahun menuju kemandirian kelompok penerima manfaat. Pertamina EP Donggi Matindok Field juga berkomitmen mereplikasi program ke desa lain di wilayah operasi serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan Kabupaten Banggai.(ZID)






