FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar KAI Heritage Week 2026 melalui Joy Ride Kereta Luar Biasa (KLB) rute Stasiun Semarang Tawang–Tanggung–Kedungjati, Jumat (25/9). Kegiatan ini mengajak masyarakat menelusuri sejarah awal perkeretaapian Indonesia yang dimulai dari Semarang, Jawa Tengah.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan sejarah panjang kereta api kepada masyarakat.
“KAI Heritage Week 2026 membawa tema perjalanan sejarah, heritage, kebudayaan, dan kebangsaan Indonesia. Melalui perjalanan ini kita kembali melihat bagaimana kereta api memiliki perjalanan panjang sejak awal dibangun hingga berkembang menjadi moda transportasi yang melayani masyarakat Indonesia,” ujar Bobby.
Perjalanan KLB dimulai dari Stasiun Semarang Tawang menuju Stasiun Tanggung yang memiliki nilai historis sebagai bagian dari lintas kereta api pertama di Indonesia.
Sejarah perkeretaapian Indonesia bermula dari pembangunan jalur Semarang–Tanggung sepanjang sekitar 25 kilometer oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Pembangunan diawali dengan pencangkulan pertama pada 17 Juni 1864 di Kemijen, Semarang.
Jalur Semarang–Tanggung kemudian resmi beroperasi pada 10 Agustus 1867. Peristiwa tersebut menjadi tonggak awal perjalanan kereta api di Indonesia sekaligus membuka era transportasi berbasis rel untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Dari Tanggung, perjalanan dilanjutkan menuju Stasiun Kedungjati yang memiliki peran penting dalam perkembangan jaringan kereta api di Jawa Tengah. Kedungjati berkembang sebagai bagian dari jaringan NIS dengan keterhubungan menuju Surakarta dan Ambarawa.
Salah satu tonggak sejarahnya adalah pembukaan lintas Kedungjati–Ambarawa pada 21 Mei 1873, yang memperluas jaringan kereta api dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Jawa Tengah.
“Stasiun Tanggung menjadi pengingat bagaimana perjalanan kereta api Indonesia dimulai sejak 1867. Sementara Kedungjati menunjukkan bagaimana jaringan kereta api terus berkembang dan menghubungkan berbagai wilayah,” kata Bobby.
Rangkaian KAI Heritage Week 2026 juga diisi berbagai kegiatan di Stasiun Tanggung dan Kedungjati, antara lain seremoni penyerahan Corporate Social Responsibility (CSR), penandatanganan prasasti, fashion show, serta pertunjukan teatrikal tentang sejarah perkeretaapian.
Melalui kegiatan ini, KAI menghadirkan pengalaman sejarah sekaligus memperkenalkan potensi wisata berbasis heritage. Stasiun Tanggung dan Kedungjati menjadi ruang pembelajaran mengenai perjalanan transportasi rel di Indonesia.
Bobby menegaskan, perjalanan panjang perkeretaapian menjadi fondasi transformasi KAI hingga saat ini.
“159 tahun lalu sejarah perkeretaapian Indonesia dimulai dari lintasan Semarang–Tanggung. Hari ini kita melihat bagaimana perjalanan tersebut terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
KAI Heritage Week 2026 menjadi momentum untuk mengenang perjalanan perkeretaapian Indonesia dari jalur awal Semarang–Tanggung hingga berkembang menjadi jaringan transportasi yang menghubungkan berbagai wilayah.(ZID)






