FACEINDONESIA.CO.ID- PT FWD Insurance Indonesia mencatat kinerja positif pada semester pertama 2026. Pendapatan premi perusahaan meningkat 30 persen menjadi Rp766 miliar, sekaligus diikuti perbaikan profitabilitas yang membuat FWD Insurance kembali membukukan laba.
Berdasarkan Laporan Keuangan Bulanan Konvensional per 30 Juni 2026 (unaudited), pendapatan premi FWD Insurance mencapai Rp766 miliar, tumbuh 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut terutama didorong peningkatan produksi bisnis baru melalui sejumlah jalur pemasaran utama, yakni keagenan, bancassurance, dan digital commerce. Strategi tersebut membantu FWD Insurance menjangkau lebih banyak masyarakat dengan solusi perlindungan yang sesuai kebutuhan.
Direktur Utama FWD Insurance Jeffrey Woo mengatakan, pertumbuhan bisnis dan perbaikan profitabilitas pada semester pertama 2026 mencerminkan meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap solusi dan layanan perusahaan.
“Pertumbuhan bisnis dan perbaikan profitabilitas yang kami catat mencerminkan kepercayaan nasabah yang terus meningkat terhadap solusi dan layanan yang kami hadirkan,” ujar Jeffrey.
Dari sisi profitabilitas, FWD Insurance membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp107,3 miliar pada semester pertama 2026. Capaian tersebut berbalik dari rugi Rp55,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, atau mengalami perbaikan sebesar Rp162,9 miliar secara tahunan.
Di tengah dinamika pasar, FWD Insurance juga tetap memenuhi komitmennya kepada nasabah. Sepanjang semester pertama 2026, perusahaan membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp246,5 miliar, meningkat 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi keuangan perusahaan juga tercermin dari tingkat solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) yang mencapai 281 persen pada Juni 2026. Angka tersebut berada di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120 persen. Sementara itu, total ekuitas FWD Insurance meningkat 3 persen menjadi Rp2,53 triliun.
Di tingkat grup, FWD Group Holdings Limited (FWD Group) mencatat penjualan bisnis baru meningkat 7 persen menjadi US$1,35 miliar berdasarkan annualised premium equivalent (APE). New business contractual service margin juga tumbuh 25 persen secara tahunan menjadi US$996 juta.
Laba operasional setelah pajak FWD Group meningkat 20 persen menjadi US$298 juta. Sementara laba bersih setelah pajak mencapai US$172 juta, meningkat tiga kali lipat dibandingkan semester pertama 2025.
FWD Group juga mencatat comprehensive tangible equity sebesar US$8,83 miliar dan Group embedded value sebesar US$6,95 miliar, masing-masing meningkat 5 persen dibandingkan 31 Desember 2025. Rasio solvabilitas grup tetap berada pada level 203 persen.
Pertumbuhan positif juga terjadi pada segmen Expansion Markets yang mencakup Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Vietnam, meski sejumlah negara masih menghadapi ketidakpastian ekonomi makro.
Jeffrey mengatakan, capaian semester pertama 2026 menjadi momentum bagi FWD Insurance untuk terus mengembangkan solusi perlindungan yang berfokus pada nasabah dan didukung teknologi.
“Ke depan, FWD Insurance berkomitmen untuk terus meningkatkan pengalaman nasabah melalui layanan yang didukung teknologi digital, memperkuat kemitraan distribusi, serta mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” tutup Jeffrey.(SAN)






