FACEINDONESIA.CO.ID- Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) bersama komunitas industri ICT dan digital menggelar donor darah dalam rangka memperingati Hari Bhakti Postel (HBP) ke-81. Kegiatan yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta tersebut berhasil mengumpulkan 228 kantong darah.
Donor darah digelar di Kantor Pusat Telkomsel, Gedung Telkomsel Smart Office (TSO), Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HBP ke-81 yang mengusung tema “Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat”. Selain memperingati sejarah perjuangan insan pos, telekomunikasi, dan informatika, donor darah juga menjadi bentuk kepedulian sosial ekosistem industri ICT dan digital terhadap masyarakat.
Sebanyak 228 kantong darah yang terkumpul selanjutnya diserahkan kepada PMI DKI Jakarta untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Inspektur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Arief Tri Hardiyanto mengatakan, seluruh entitas dalam ekosistem telekomunikasi dan digital nasional perlu terus memperkuat sinergi dan kolaborasi.
Menurut Arief, kegiatan Hari Bhakti Postel menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah, asosiasi, operator, vendor, dan komunitas industri dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kepercayaan yang dicapai sampai saat ini, marilah kita terus jaga dengan memperkuat kolaborasi antara pihak regulasi dan seluruh anggota dari ekosistem kita. Membangun trust takes years, but menghancurkan trust takes seconds,” ujarnya.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Daru Mulyawan mengatakan, donor darah memiliki makna penting bagi ekosistem telekomunikasi dan digital.
Menurutnya, industri telekomunikasi memiliki tugas menghubungkan masyarakat yang berada di tempat berbeda. Semangat tersebut juga tercermin melalui donor darah yang mempertemukan para pendonor dengan masyarakat yang membutuhkan darah.
“Donor darah mengingatkan kita bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan dampak besar,” kata Daru.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal ATSI Merza Fachys mengatakan, panitia sebelumnya menargetkan 300 kantong darah. Namun, realisasi mencapai 228 kantong karena sejumlah calon pendonor tidak memenuhi ketentuan PMI.
Merza mengatakan, kegiatan donor darah yang rutin digelar dalam rangkaian Hari Bhakti Postel merupakan bentuk komitmen industri telekomunikasi dan digital untuk membantu memenuhi kebutuhan darah masyarakat.
Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan PMI Provinsi DKI Jakarta Isac Kharis Tahtawira menyebut, kebutuhan darah rumah sakit di Jakarta mencapai sekitar 1.000 hingga 1.200 kantong per hari.
“Dari kegiatan hari ini, setidaknya sudah meng-cover seperempat kebutuhan darah hari ini. Dan darah yang diberikan ke PMI DKI Jakarta tentunya akan kita berikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Ketua Umum Panitia Hari Bhakti Postel ke-81 Theodorus Ardi Hartoko atau Teddy mengatakan, donor darah menjadi salah satu agenda penutup sebelum acara puncak HBP ke-81.
Acara puncak Hari Bhakti Postel ke-81 dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026 di Bandung.
Teddy menambahkan, seluruh rangkaian HBP ke-81 terlaksana berkat kolaborasi berbagai elemen ekosistem ICT dan digital, mulai dari asosiasi, operator, vendor hingga pemangku kepentingan lainnya.
Hari Bhakti Postel diperingati setiap 27 September untuk mengenang perjuangan dan pengabdian insan pos, telekomunikasi, dan informatika dalam mempertahankan kedaulatan komunikasi Indonesia.
Peringatan tersebut berakar dari peristiwa sejarah pada 1945 ketika para pemuda Angkatan Muda Pos, Telegraf, dan Telepon (AMPTT) mengambil alih Jawatan PTT di Bandung. Peristiwa itu menjadi simbol keberanian dan semangat kemandirian dalam membangun sistem komunikasi nasional.
Kini, semangat tersebut diteruskan melalui pembangunan infrastruktur digital, inovasi teknologi, serta penguatan konektivitas untuk mendukung pembangunan Indonesia.(DRI)






