PTK Kembangkan Green Vessel untuk Maritim Berkelanjutan

FACEINDONESIA.CO.ID- PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) terus memperkuat modernisasi, digitalisasi, dan penggunaan green supporting vessel sebagai bagian dari upaya meningkatkan keunggulan operasional sekaligus mendukung industri maritim berkelanjutan.

Memasuki usia 57 tahun, PTK berkembang menjadi penyedia layanan maritim terintegrasi yang mencakup penyediaan dan operasional kapal penunjang (support vessel), pengelolaan pelabuhan (port operation), layanan maritim (marine service), serta pangkalan logistik pesisir (shorebase) di sejumlah wilayah strategis Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Ke depan, kami akan perkuat modernisasi, digitalisasi serta green supporting vessel. Ini adalah masa depan PTK,” ujar Direktur Utama PTK Harris Abdi Sembiring Meliala saat syukuran HUT ke-57 PTK di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Pengembangan kapal ramah lingkungan PTK telah dimulai sejak 2019 melalui Transko Rajawali, kapal tunda (harbour tug) berbahan bakar ganda (dual-fuel) pertama di Indonesia. Kapal sepanjang 34 meter itu menggunakan solar dan liquefied natural gas (LNG) yang menghasilkan emisi lebih rendah.

PTK kemudian memperluas penggunaan teknologi ramah lingkungan pada armadanya, termasuk utility boat dan crew boat. Pada 11 Juni 2026, PTK memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Oil Barge (OB) Patra 2303.

Inovasi tersebut diklaim mampu mengurangi emisi hingga 79,2 ton karbon dioksida (CO2) per tahun serta mengurangi ketergantungan armada logistik laut terhadap bahan bakar diesel.

Selain panel surya, PTK juga menyiapkan uji coba Battery Management System (BMS) pada kapal mulai 2027. Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan teknologi pendukung green shipping.

Saat ini PTK memiliki 370 kapal dan menyewa sekitar 82 kapal lainnya. Perusahaan juga berencana menambah armada baru sebagai bagian dari peremajaan dan modernisasi aset.

Harris mengatakan, PTK juga terus memperkuat digitalisasi operasional. Saat ini terdapat 21 digitalisasi di seluruh fungsi kerja yang ke depan akan dikembangkan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu manajemen dalam pengambilan keputusan.

PTK didirikan pada 1969 sebagai anak usaha PT Pertamina (Persero) dengan nama PT Pertamina Tongkang. Perusahaan yang awalnya bergerak di jasa kapal pandu tunda itu kemudian mengembangkan bisnis maritim terintegrasi dan berganti nama menjadi PT Pertamina Trans Kontinental pada 2011.

Harris berharap pengembangan PTK mendapat dukungan dari pemegang saham, manajemen, pekerja, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, penguatan bisnis tidak hanya mendorong pertumbuhan perusahaan, tetapi juga mendukung kemajuan industri maritim Indonesia yang berkelanjutan.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *