Mentan Turunkan Tim Ahli Tangani Penyakit Durian Sulteng

FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Pertanian (Kementan) menurunkan tim ahli lintas lembaga untuk mengkaji penyakit bangkalan yang menyerang tanaman durian di Kabupaten Poso dan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Langkah ini dilakukan untuk mengetahui penyebab munculnya gejala tersebut sekaligus menentukan penanganan yang tepat agar produktivitas dan produksi durian petani tetap terjaga.

Bacaan Lainnya

Penurunan tim merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman setelah menerima aspirasi petani durian Sulawesi Tengah saat kunjungan kerja di Palu.

Petani sebelumnya menyampaikan bahwa penyakit bangkalan menyebabkan buah durian gugur sebelum matang sehingga berdampak pada penurunan hasil produksi.

Tim gabungan yang diterjunkan melibatkan Kementan, BRIN, pemerintah daerah, dinas pertanian, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT), BRIDA, UPT Proteksi, akademisi Universitas Tadulako dan Universitas Alkhairaat, serta petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan dan penyuluh pertanian.

Direktur Perlindungan Hortikultura Kementan Leli Nuryati mengatakan, pemerintah akan terus mendampingi petani hingga ditemukan solusi yang tepat.

Menurutnya, pemeriksaan mencakup kondisi tanaman, nutrisi, hingga tingkat keasaman tanah. Kondisi tanah yang terlalu masam dapat menghambat penyerapan unsur hara meski tanaman telah diberi pupuk.

Hasil pengamatan awal menunjukkan gejala bangkalan diduga berkaitan dengan gangguan fisiologis tanaman pada fase berbuah, terutama ketersediaan dan keseimbangan unsur hara makro maupun mikro.

Gejala yang ditemukan antara lain buah gugur sebelum matang optimal, daging buah mengkal, aroma berkurang, rasa hambar, serta warna buah cenderung pucat.

Tim juga mengambil sampel tanah, daun, dan buah dari tanaman sehat maupun yang menunjukkan gejala untuk diuji di laboratorium.

Peneliti BRIN Farihul Ihsan mengatakan, pemeriksaan berbagai sampel diperlukan agar kondisi tanaman dan lingkungan dapat diketahui secara menyeluruh.

Hasil pengamatan lapangan dan uji laboratorium nantinya menjadi dasar penyusunan rekomendasi, termasuk pemupukan, perbaikan kesuburan tanah, dan pengelolaan lahan.

Dengan langkah tersebut, petani durian di Sulawesi Tengah diharapkan memperoleh solusi berbasis kondisi tanaman dan lingkungan sehingga produksi durian dapat kembali optimal.(DRI)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *