FACEINDONESIA.CO.ID- PT Ajinomoto Indonesia memperpanjang kerja sama dengan PT Energy Management Indonesia (Persero) atau PLN EMI dalam pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC) untuk mempercepat pencapaian target Net Zero Emission (NZE).
Kerja sama baru tersebut berlaku mulai 1 September 2026 selama tiga tahun. Sebelumnya, Ajinomoto Indonesia telah menggunakan REC sejak 2024 sebagai bagian dari strategi mengurangi emisi karbon dan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dalam kegiatan operasional.
Vice President Director PT Ajinomoto Indonesia dan PT Ajinex International Naohiro Kadota mengatakan, pemanfaatan REC menjadi salah satu langkah nyata perusahaan dalam mewujudkan operasional yang lebih ramah lingkungan.
“REC merupakan sertifikat yang membuktikan bahwa energi listrik yang digunakan berasal dari pembangkit berbasis energi terbarukan,” ujar Naohiro dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, pemanfaatan REC mendukung strategi Ajinomoto Indonesia meningkatkan penggunaan energi bersih sekaligus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan melalui filosofi Amino Science.
Direktur Utama PLN EMI Henri Firdaus mengapresiasi konsistensi Ajinomoto Indonesia dalam menerapkan aspek keberlanjutan di kegiatan operasionalnya.
Henri menilai, semakin banyak pelaku usaha yang menggunakan energi bersih, semakin besar pula kontribusinya terhadap upaya membangun masa depan rendah karbon dan mempercepat transisi energi di Indonesia.
Hingga Juli 2026, program pemanfaatan energi terbarukan tersebut telah membantu mengurangi emisi sekitar 220.000 ton CO2. Ajinomoto Indonesia juga mengklaim telah mencapai 100 persen target penurunan emisi Scope 2, yakni emisi tidak langsung yang berasal dari penggunaan listrik.
Selain REC, Ajinomoto Indonesia menjalankan berbagai program efisiensi energi di fasilitas produksinya, antara lain melalui penggunaan biomass boiler dan panel surya.
Perpanjangan kerja sama dengan PLN EMI diharapkan dapat menjaga capaian pengurangan emisi sekaligus memperkuat kontribusi Ajinomoto Indonesia terhadap agenda transisi energi nasional.
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong penggunaan energi bersih serta membangun kegiatan industri yang lebih efisien, rendah karbon, dan berkelanjutan.(ZID)






