FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan bantuan peningkatan mutu kepada 71 lembaga kursus dan pelatihan (LKP) yang terdampak bencana banjir di Aceh dan Sumatra Utara. Bantuan senilai Rp4,18 miliar tersebut diberikan untuk membantu memulihkan sarana pembelajaran dan memastikan pendidikan tetap berjalan.
Selain itu, Kemendikdasmen juga memperkuat kompetensi 118 guru SMK dari 11 provinsi melalui program upskilling dan reskilling yang berlangsung 20 Agustus hingga 2 September 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bidang Bangunan dan Listrik (BBL) Medan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, pendidikan bermutu tidak hanya berlangsung melalui sekolah formal. Pendidikan nonformal juga memiliki peran penting dalam memberikan kesempatan belajar dan meningkatkan keterampilan masyarakat.
“Education is not only about schooling but the essence of education is learning. Esensi pendidikan itu belajar, tidak hanya sekolah,” ujar Abdul Mu’ti di Medan, Rabu (26/8).
Menurutnya, penguatan pendidikan vokasi juga harus diarahkan agar lulusan SMK tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan peluang usaha. Karena itu, kreativitas dan soft skills perlu diperkuat selain keterampilan teknis.
“Jangan selalu anak SMK itu didorong kerja kantor pakai lamaran berlapis-lapis, beri mereka visi tentang entrepreneurship,” katanya.
Abdul Mu’ti juga mendorong pengembangan SMK sesuai potensi daerah. Komoditas lokal seperti kopi, teh, nilam hingga perikanan dapat dikembangkan menjadi bidang keahlian sehingga peserta didik mampu mengolah potensi daerah menjadi produk bernilai ekonomi.
Untuk menjaga relevansi pendidikan vokasi dengan perkembangan industri dan teknologi, peningkatan kompetensi guru dilakukan secara berkelanjutan melalui upskilling dan reskilling. Kemampuan adaptasi, kreativitas, inovasi, pemecahan masalah, kecerdasan artifisial (AI), dan coding turut menjadi perhatian.
Program tersebut diikuti 118 guru dari 11 provinsi dan berfokus pada tiga bidang keahlian, yakni Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, serta Teknik Komputer dan Jaringan. Kegiatan meliputi lokakarya, kunjungan industri dan uji kompetensi keahlian.
Sementara itu, bantuan bagi LKP terdampak banjir disalurkan kepada 49 LKP di Aceh dan 22 LKP di Sumatra Utara. Di Aceh, penerima bantuan terdiri dari 21 LKP di Kabupaten Bireuen, 12 LKP di Kabupaten Aceh Tamiang, 10 LKP di Kota Langsa dan 6 LKP di Kota Lhokseumawe.
Di Sumatra Utara, bantuan diberikan kepada 17 LKP di Kabupaten Langkat dan 5 LKP di Kabupaten Deli Serdang.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan, bencana tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga merendam alat praktik dan mengganggu keberlangsungan pembelajaran di LKP.
“Dalam kondisi sulit apa pun tentu kita harus tetap memastikan pendidikan bermutu untuk semua, dan Kemendikdasmen menyalurkan bantuan peningkatan mutu sebesar Rp4,18 miliar kepada 71 lembaga kursus dan pelatihan,” jelas Tatang.
Bantuan tersebut diharapkan menjadi modal untuk memulihkan sarana belajar, memperkuat tata kelola, serta menghadirkan kembali media pembelajaran yang adaptif.
Salah satu penerima bantuan, Pimpinan LKP Sakinah, Samsinar, mengatakan bantuan Kemendikdasmen membantu lembaganya kembali menjalankan kursus bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang tidak dapat melanjutkan pendidikan formal.
LKP Sakinah sebelumnya terdampak banjir pada November 2025 yang merendam mesin jahit serta berbagai peralatan tata busana dan kecantikan. Bantuan akan digunakan untuk mengganti sarana yang rusak.
“Alhamdulillah dengan adanya bantuan dari Kemendikdasmen, kami hari ini sudah pelan-pelan bangkit kembali untuk menjalankan kursus ini,” kata Samsinar.
Dukungan serupa diterima LKP Rita di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Bantuan sebesar Rp50 juta akan digunakan untuk mengganti mesin dan mendukung kegiatan pelatihan masyarakat.
Pimpinan LKP Rita, Dewi Rita, berharap bantuan tersebut dapat memulihkan sarana pembelajaran sekaligus meningkatkan semangat lembaganya dalam memberikan keterampilan kepada masyarakat.
“Semoga dengan bantuan ini kami dapat meningkatkan dan mengembalikan kembali sarana sebagai penunjang dalam melaksanakan program kami, dan terus semangat mendidik murid sehingga dapat meningkatkan SDM yang bermanfaat di masyarakat,” ujarnya.
Dewi menambahkan, LKP menjadi salah satu jalur pendidikan yang dapat membantu masyarakat mengembangkan keterampilan dan membangun kemandirian tanpa harus menempuh pendidikan tinggi.
Dengan pemulihan LKP terdampak bencana dan peningkatan kompetensi guru SMK, Kemendikdasmen terus memperkuat pendidikan vokasi dan nonformal sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.(ZID)






