FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat dukungan kesehatan dan keselamatan personel Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Pontianak yang hampir tiga minggu berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.
Sebanyak 65 personel Manggala Agni Daops Pontianak kini diperkuat 15 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi. Mereka bekerja bersama TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur lainnya.
Untuk menjaga kondisi personel, tim medis Klinik Pratama Manggala Wanabakti Kementerian Kehutanan melakukan pemeriksaan kesehatan, meliputi tekanan darah, kondisi pernapasan, hingga konsultasi medis.
Selain pemeriksaan, Kemenhut menyediakan multivitamin, nutrisi tambahan, serta oksigen portabel di Markas Daops Pontianak, Kecamatan Rasau Jaya.
Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan Suharyono mengatakan, kesehatan dan keselamatan personel menjadi bagian penting dalam keberlangsungan operasi pengendalian karhutla.
“Operasi sudah berjalan hampir tiga minggu. Kita harus memastikan personel yang berada di garis depan tetap sehat dan dapat bekerja dengan aman. Mereka menghadapi panas, asap, kelelahan dan kondisi lapangan yang tidak ringan,” ujar Suharyono dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, dukungan terhadap Manggala Agni tidak hanya berupa peralatan pemadaman dan logistik, tetapi juga mencakup kesehatan, nutrisi, pemulihan kondisi fisik dan keselamatan personel.
Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan untuk mendeteksi lebih dini personel yang membutuhkan penanganan medis atau waktu pemulihan sebelum kembali bertugas.
Sementara itu, Kepala Daops Manggala Agni Pontianak Taufik mengatakan, operasi yang berlangsung cukup panjang membutuhkan pengaturan kekuatan dan kondisi personel secara cermat.
Tambahan 15 personel BKO dari Sulawesi dinilai membantu memperkuat operasi sekaligus menjaga keberlanjutan penugasan di lapangan.
“Setelah pemadaman, pekerjaan belum selalu selesai karena masih ada pendinginan dan patroli untuk memastikan api tidak kembali muncul. Dalam kondisi seperti ini, stamina dan kesehatan anggota harus benar-benar dijaga,” kata Taufik.
Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Kementerian Kehutanan, Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Kalimantan, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, serta tim medis Klinik Pratama Manggala Wanabakti.
Kemenhut juga memberikan apresiasi kepada Manggala Agni, personel BKO dari Sulawesi, TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, relawan, dunia usaha, tenaga kesehatan dan seluruh pihak yang terlibat dalam pencegahan serta pengendalian karhutla.(ZID)






