Peruri Asri Latih Ibu Rumah Tangga Kelola Sampah Jadi Penghasilan

FACEINDONESIA.CO.ID- Peruri kembali menjalankan Program Peruri Asri (Aksi Sustainable untuk Resiliensi Indonesia) untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi.

Program yang memasuki tahun kedua ini digelar di Rumah BUMN Karawang, Telukjambe, Karawang, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan Kick-Off Program Peruri Asri 2026 dibuka Koordinator Corporate Communication & TJSL Peruri Yahdi Lil Ihsan.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut turut disaksikan Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Kebersihan Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup Karawang Melinda Rose Diana serta Kepala Dusun Sukamanah, Desa Telukjambe, Helili.

Sebanyak 25 ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Sadar Sampah Peruri (KSSP) dan 15 ibu rumah tangga dari lingkungan sekitar mengikuti kegiatan tersebut. Mereka memiliki kepedulian dan motivasi untuk mengelola serta memanfaatkan sampah rumah tangga.

Peruri Asri dirancang untuk meningkatkan kesadaran, keterampilan, dan kreativitas masyarakat dalam mengelola sampah. Sampah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat sekaligus nilai ekonomi.

Koordinator Corporate Communication & TJSL Peruri Yahdi Lil Ihsan mengatakan, Program Peruri Asri tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga pengalaman praktik kepada peserta.

“Melalui Peruri Asri, kami ingin mendorong masyarakat agar mampu melihat sampah sebagai sebuah sumber daya yang dapat diolah secara kreatif,” ujar Yahdi dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).

Peserta juga mendapatkan pelatihan membuat produk daur ulang berbahan sampah rumah tangga. Dengan keterampilan tersebut, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi keluarga.

Memasuki tahun kedua, Peruri Asri lebih menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi. Jika pada tahun pertama peserta mendapat edukasi dasar mengenai pemilahan sampah dan pengolahan sampah organik dengan metode Takakura, tahun ini mereka diarahkan untuk mengolah sampah menjadi produk yang dapat digunakan kembali maupun memiliki nilai jual.

Konsep tersebut sejalan dengan penerapan ekonomi sirkular (circular economy), yakni mengubah sampah menjadi produk bernilai guna dan berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Peruri juga memperluas manfaat program dengan mendorong anggota KSSP menjadi mentor bagi ibu rumah tangga lain di luar kelompok. Langkah ini diharapkan menciptakan transfer pengetahuan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

“Untuk memperkuat keberlanjutan program, Peruri juga terus memberikan dukungan sarana dan prasarana kepada KSSP. Kolaborasi yang harmonis bersama komunitas, pemerintah setempat, dan masyarakat luas ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pengelolaan sampah yang mandiri, serta memberikan manfaat nyata dari sisi lingkungan, sosial, maupun peningkatan ekonomi warga,” kata Yahdi.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *