FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memulai pembangunan Hunian Manggarai melalui groundbreaking di kawasan Manggarai, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Hunian vertikal ini menjadi bagian dari dukungan KAI terhadap Program 3 Juta Rumah sekaligus optimalisasi aset perkeretaapian untuk memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Kawasan Manggarai dikenal memiliki mobilitas tinggi. Stasiun Manggarai melayani sekitar 162 ribu pelanggan setiap hari dengan 700-750 perjalanan kereta api per hari, termasuk Commuter Line Jabodetabek dan Commuter Line Basoetta.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, penyediaan hunian terjangkau membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar program perumahan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Menurut Maruarar, pengembangan hunian vertikal di Manggarai menjadi salah satu bentuk pemanfaatan aset yang strategis karena berada di tengah kota dan memiliki akses langsung ke transportasi publik.
Ia juga mendorong agar konsep serupa dikembangkan di kawasan stasiun lain yang memiliki lahan dan akses transportasi memadai.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, Hunian Manggarai mengusung tiga prinsip utama, yakni layak, terjangkau, dan berkelanjutan.
Layak berarti hunian memenuhi standar keselamatan, kualitas, kenyamanan, dan fungsi. Terjangkau disesuaikan dengan kebijakan serta skema pemerintah bagi masyarakat sasaran. Sementara berkelanjutan mencakup pemanfaatan lahan secara efisien, keterhubungan dengan transportasi massal, kepatuhan terhadap aspek lingkungan, serta pengelolaan kawasan dalam jangka panjang.
Bobby menegaskan, optimalisasi aset KAI dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kelancaran operasional kereta api.
“Pengembangan hunian di Manggarai diarahkan agar masyarakat dapat tinggal di tengah kota dengan akses yang dekat terhadap transportasi publik. Pada saat yang sama, KAI memastikan optimalisasi aset tetap sejalan dengan keselamatan dan kelancaran operasional kereta api,” ujar Bobby.
Hunian Manggarai dibangun di atas lahan sekitar 2,2 hektare yang terdiri dari Blok G seluas sekitar 7.000 meter persegi dan Blok F sekitar 1,5 hektare. Seluruh lahan tersebut merupakan aset milik KAI.
Rencana pembangunan mencakup delapan tower hunian vertikal setinggi 24 lantai dengan total 3.784 unit. Sebanyak 1.276 unit berada di Blok G dan 2.508 unit di Blok F.
Kawasan ini juga akan dilengkapi 150 unit retail pendukung, masing-masing 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F.
Blok G memiliki tiga tower dengan pilihan hunian tipe studio 28, tipe 36 dengan dua kamar tidur, serta tipe 45 dengan dua kamar tidur. Sementara Blok F terdiri dari lima tower dengan pilihan tipe 36, tipe 45, hingga tipe 52 dengan tiga kamar tidur.
Pembangunan Hunian Manggarai secara keseluruhan ditargetkan berlangsung selama 18 bulan sejak groundbreaking.
Bobby menambahkan, hunian strategis di tengah kota tersebut diarahkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sesuai kualifikasi dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
“Kami akan menjaga tata kelolanya agar hunian yang disiapkan di tengah kota ini dapat menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah sesuai kualifikasi yang telah ditetapkan pemerintah,” tutup Bobby.(ZID)






