FACEINDONESIA.CO.ID- Suasana belajar di SNT 6 Bone Bolango, Gorontalo, tidak hanya berfokus pada buku dan papan tulis. Melalui lagu, percakapan, hingga keberanian tampil di depan kelas, para murid diajak mengenali potensi sekaligus membangun keyakinan untuk terus berkembang.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menilai pembelajaran tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk mental juara sejak dini.
“Dari pembelajaran di sini, pelajaran yang bisa diambil adalah adik-adik harus optimis. Saat gagal, bangkit lagi. Seorang pemenang itu adalah mereka yang bangkit setiap kali gagal,” ujar Fajar saat berdialog dengan murid di lokasi transit SNT 6 Bone Bolango di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Gorontalo, Rabu (19/8).
Ia juga mengajak generasi muda terus mengembangkan kemampuan, termasuk mempelajari bahasa asing yang kini semakin mudah dilakukan melalui berbagai media digital.
Semangat belajar juga dirasakan guru Bahasa Indonesia SNT 6, Firda Aulia Shalihah. Menurutnya, mayoritas murid memiliki kemauan belajar yang kuat dan mendapatkan dukungan dari orang tua.
Kondisi tersebut justru mendorong Firda untuk terus meningkatkan kapasitas dirinya. Ia ingin memiliki semangat belajar yang sama, bahkan lebih besar, dari para murid.
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, Firda juga berupaya membangun budaya literasi yang kolaboratif. Menurutnya, anak perlu dibiasakan membaca dan memahami informasi secara mendalam agar mampu menyikapi derasnya arus konten digital dengan bijak.
“Dalam berliterasi itu kita butuh waktu untuk membaca informasi dan memahaminya dengan baik. Selain itu, saya meyakini bahwa belajar itu bukan dari satu sumber. Bisa jadi guru ini dapat informasi juga dari murid. Jadi, di situ kita sharing,” katanya.
Selama dua pekan berinteraksi dengan murid, Firda menemukan hal positif lain, yakni kemampuan anak menghargai keunikan dan prestasi teman. Saat salah satu murid tampil di depan kelas, teman-temannya memberikan dukungan tanpa saling mengejek.
Suasana belajar yang nyaman juga dirasakan Nurfadhilah Ramadhani Djamal, murid SMA kelas XB SNT 6. Ia mengaku senang karena lingkungan sekolah tidak mengenal perundungan. Nurfadhilah sendiri telah beberapa kali menjuarai atletik tingkat kabupaten dan provinsi serta bercita-cita menjadi Menteri Luar Negeri.
Hal serupa dirasakan Muhammad Rheza Dama, murid kelas VII. Ia memilih SNT 6 untuk menjadi versi terbaik dari dirinya sekaligus mengasah kemampuan bahasa Inggris.
“I want increase myself to get the better version,” ujarnya.
Rheza mulai tertarik pada bahasa Inggris sejak kelas 4 SD melalui gim dan video. Selain bahasa Inggris, ia juga gemar bermain catur dan bercita-cita menjadi grandmaster.
Kepala SNT 6 Bone Bolango, Surahmat Hasjim, berharap para murid memanfaatkan kesempatan belajar dan berbagai fasilitas yang tersedia dengan sebaik-baiknya.
“Saya berharap anak-anak dapat memanfaatkan layanan fasilitas dan program besar dari Bapak Presiden ini dengan baik karena tidak semua anak berkesempatan bersekolah di sini,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para guru terus menjaga kompetensi sehingga lulusan SNT memiliki kualitas yang baik.
SNT 6 Bone Bolango menjadi ruang bagi guru dan murid untuk saling berbagi pengetahuan, mengembangkan potensi, serta membangun karakter. Mental juara yang dibentuk bukan sekadar tentang menang, tetapi juga keberanian mencoba, saling mendukung, terus belajar, dan bangkit saat menghadapi kegagalan.(ZID)






