Dua Talenta Muda Indonesia Siap Berlaga di IMSO-23

FACEINDONESIA.CO.ID-Dua talenta muda Indonesia, Kaindra Nadira Saidtama dan Aiden Gracio, siap berlaga di International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 Tahun 2026. Keduanya membawa pengalaman, semangat belajar, dan hasil pembinaan panjang untuk bersaing di tingkat internasional pada bidang sains dan matematika.

Kaindra, murid kelas 6 SDIT Bina Bangsa Sejahtera, Kota Bogor, mewakili Indonesia di bidang sains. Persiapannya dilakukan melalui latihan soal secara intensif, pembinaan daring dan luring, serta dukungan orang tua. Sebelumnya, ia berhasil meraih medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang sains jenjang sekolah dasar (SD).

Pengalaman tersebut membantunya membangun kebiasaan belajar yang disiplin dan teratur. Kaindra mengaku senang sekaligus bangga setelah terpilih mewakili Indonesia di IMSO-23.

Ia juga mengajak teman-temannya yang tertarik pada sains agar berani mencoba, meskipun belum percaya diri mengikuti kompetisi.

“Dicobain dulu belajar sains atau ikut kompetisinya. Kalau lumayan suka, coba ikutin,” ujar Kaindra.

Sementara itu, Aiden Gracio, murid kelas 6 SD Witama Nasional Plus Srikandi Pekanbaru, akan berkompetisi di bidang matematika. Peraih medali emas sekaligus best overall OSN matematika jenjang SD ini melewati tiga tahap seleksi, mulai dari seleksi daring hingga seleksi luring yang disertai latihan dan simulasi.

Dalam menghadapi soal sulit, Aiden memilih berlatih menggunakan soal sejenis dengan tingkat kesulitan lebih rendah. Setelah memahami konsepnya, ia mencoba menerapkannya untuk menyelesaikan soal yang lebih menantang.

“Jangan takut untuk mencoba. Yang penting, kamu dapat penambahan ilmu. Jangan takut hasilnya, tapi cobalah mengikuti saja dulu biar kita dapat banyak ilmu pengetahuan,” tutur Aiden.

Pembinaan Intensif Menuju IMSO-23

Team Leader Indonesia untuk IMSO-23, Muchammad Fachri, menjelaskan bahwa para peserta merupakan murid berprestasi, sebagian di antaranya peraih medali emas OSN.

Seleksi dilakukan melalui tiga tahap, yakni dua tahap daring dan satu tahap luring. Dari proses tersebut, terpilih sekitar 30 peserta. Jumlah itu ditambah para peraih medali emas OSN sehingga keseluruhan tim pembinaan mencapai 63 peserta, terdiri atas 32 peserta matematika dan 31 peserta sains.

Menurut Fachri, tantangan yang dihadapi peserta tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi. Soal olimpiade memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibandingkan materi sekolah. Peserta juga harus mampu memahami dan menjawab soal dalam bahasa Inggris serta menjalani karantina selama lebih dari satu minggu jauh dari orang tua.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, peserta memperoleh materi sesuai silabus dari pengajar berbagai institusi dan pelatih olimpiade. Antusiasme mereka dalam berlatih bahkan mendorong tim pembina menyiapkan lebih banyak bahan latihan.

Fachri berharap tim Indonesia dapat meraih prestasi terbaik dalam IMSO-23, termasuk medali emas di bidang sains dan matematika. Ia juga berharap peserta mampu meraih penghargaan individu, seperti best overall, best theory, best exploration, dan best experiment.

Perkuat Pendidikan STEM di Indonesia

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa partisipasi Indonesia dalam IMSO-23 sejalan dengan fokus kementeriannya dalam meningkatkan kualitas pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Menurutnya, ajang olimpiade internasional ini diharapkan dapat melahirkan generasi ilmuwan baru yang unggul dalam sains dan matematika sekaligus siap menjadi pemimpin bangsa pada masa depan.

“Melalui ajang ini, kami berharap lahir generasi ilmuwan baru, para pelajar cerdas yang tidak hanya unggul di bidang sains dan matematika, tetapi juga siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Hal ini juga mendukung prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pendidikan karakter,” pungkas Abdul Mu’ti.

Keikutsertaan Kaindra, Aiden, dan peserta lainnya dalam IMSO-23 bukan sekadar upaya meraih medali. Kompetisi ini menjadi kesempatan untuk memperluas pengetahuan, melatih keberanian menghadapi tantangan, serta mengembangkan potensi generasi muda Indonesia di bidang sains dan matematika.

Dengan persiapan dan pembinaan intensif, tim Indonesia diharapkan mampu mengharumkan nama bangsa sekaligus memperkuat pengembangan talenta muda dalam pendidikan STEM.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *