KAI Kembangkan TOD Manggarai, Perkuat Integrasi Transportasi Jakarta

FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus mengembangkan kawasan berorientasi transit (Transit-Oriented Development/TOD) Manggarai, Jakarta Selatan. Pengembangan ini dilakukan untuk memperkuat integrasi stasiun, konektivitas pejalan kaki, perpindahan antarmoda, ruang publik, hunian, serta aktivitas perkotaan.

Stasiun Manggarai saat ini melayani sekitar 162 ribu pelanggan per hari dengan sekitar 700-750 perjalanan kereta api setiap harinya. Tingginya mobilitas tersebut menjadi salah satu dasar KAI dalam mengembangkan kawasan Manggarai secara lebih terintegrasi.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, Manggarai memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat Jabodetabek.

“Manggarai memiliki peran besar dalam mobilitas masyarakat Jabodetabek. Karena itu, pengembangannya perlu melihat stasiun dan kawasan di sekitarnya sebagai satu kesatuan agar perpindahan antarmoda, akses pejalan kaki, dan aktivitas masyarakat semakin terhubung,” ujar Bobby.

Aktivitas pelanggan KRL yang melakukan gate in di Stasiun Manggarai tercatat sebanyak 5.142.739 pelanggan pada 2023. Jumlah tersebut meningkat menjadi 5.575.711 pelanggan pada 2024 atau naik sekitar 8,42 persen. Pada 2025 tercatat 5.456.309 pelanggan, sedangkan sepanjang Januari-Juni 2026 telah mencapai 2.716.932 pelanggan.

Peran Stasiun Manggarai juga semakin kuat dengan hadirnya layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta. Layanan ini melayani 1.970.531 pelanggan pada 2023, kemudian meningkat menjadi 2.242.536 pelanggan pada 2024 dan kembali naik menjadi 2.346.934 pelanggan pada 2025.

Khusus di Stasiun Manggarai, sebanyak 230.314 pelanggan Commuter Line Bandara tercatat sepanjang Januari-Juni 2026.

Secara keseluruhan, kawasan TOD Manggarai memiliki delineasi sekitar 129 hektare, dengan sekitar 64 hektare di antaranya merupakan lahan KAI. Pengembangan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan konektivitas antara KRL Commuter Line, Commuter Line Bandara, TransJakarta, Terminal Manggarai, serta rencana LRT Jakarta.

“KAI ingin memastikan pertumbuhan mobilitas di Manggarai diikuti dengan kualitas konektivitas kawasan yang semakin baik. Tujuannya agar masyarakat semakin mudah menggunakan transportasi publik dan menjalani aktivitas sehari-hari,” tutup Bobby.

Pengembangan TOD Manggarai diharapkan dapat memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai salah satu pusat mobilitas transportasi publik di Jakarta sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan perpindahan antarmoda.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *