FACEINDONESIA.CO.ID- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberangkatkan Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk membantu proses evakuasi dan penanganan korban gempa bumi di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (16/8/2026).
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, Tim BTB akan fokus melakukan pencarian dan pertolongan terhadap warga yang diduga masih terjebak di sejumlah bangunan akibat gempa.
“Setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, prioritas yang harus dilakukan saat ini yakni melakukan pencarian terhadap warga yang masih tertimbun reruntuhan dan disinyalir masih ada warga yang terjebak di beberapa bangunan,” ujar Sodik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
BAZNAS RI juga terus berkoordinasi dengan BAZNAS provinsi, kabupaten/kota setempat serta berbagai pemangku kepentingan untuk mendapatkan informasi terbaru terkait dampak gempa dan kebutuhan mendesak para penyintas.
“Hari ini Minggu (16/8/2026) Tim BTB dari Jakarta sudah diberangkatkan untuk bergabung dengan Tim BTB Daerah dan satuan petugas lainnya,” kata Sodik.
Selain membantu proses evakuasi, Tim BTB akan mendirikan tenda pengungsian, dapur umum, serta mendistribusikan berbagai kebutuhan seperti terpal, alas tidur, dan hygiene kit.
BAZNAS juga akan menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas di lokasi pengungsian menjadi salah satu fokus selama masa tanggap darurat.
Respons kebencanaan BAZNAS akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Tim BTB bersama jejaring BAZNAS dan para pemangku kepentingan akan terus memantau situasi agar bantuan dan layanan darurat dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS juga siap mengirimkan bantuan lanjutan sesuai perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak.
“BAZNAS sangat berduka atas bencana gempa yang telah menimpa saudara-saudara kita di NTT. Kami mendoakan masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan melalui masa sulit ini. BAZNAS berkomitmen untuk terus membersamai masyarakat NTT melewati musibah ini hingga bisa kembali pulih,” ucap Sodik.
Ia menambahkan, meskipun kondisi sinyal belum stabil, koordinasi lanjutan tetap dilakukan untuk memetakan kebutuhan di lapangan agar bantuan tidak tumpang tindih.
Berdasarkan pemutakhiran data BNPB per Minggu (16/8) pukul 00.00 WIB, gempa tersebut menyebabkan lebih dari 5.000 jiwa mengungsi. Bencana itu juga dilaporkan menelan 47 korban jiwa serta mengakibatkan kerusakan bangunan dalam skala luas.(ZID)






