Bersama UPZ, BAZNAS Wujudkan Pengelolaan ZIS Menuju Jabar Istimewa

FACEINDONESIA.CO.ID-Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Jawa Barat berkomitmen mewujudkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang berdampak menuju Jawa Barat Istimewa melalui gelaran Rapat Koordinasi Tahun 2026 di Graha Pos Indonesia, Kota Bandung, Kamis (13/8/2026).

Langkah kolaboratif ini menjadi sangat krusial mengingat Provinsi Jawa Barat memiliki potensi zakat mencapai Rp30,69 triliun, di tengah kondisi 3,55 juta jiwa atau 6,78 persen penduduknya yang masih berada dalam kategori miskin.

Bacaan Lainnya

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengapresiasi inisiatif BAZNAS Jawa Barat menyelenggarakan rapat koordinasi guna menyelaraskan strategi pengelolaan dana umat di provinsi pemilik UPZ terbanyak itu.

“Oleh karena itu, kami apresiasi yang setinggi-tingginya Pak Ketua dan seluruh jajarannya yang sudah menggelar acara Koordinasi UPZ untuk menggali potensi dan mewujudkannya menjadi nyata demi kemaslahatan umat,” jelas Sodik Mudjahid.

Menurutnya, Jawa Barat terus menunjukkan peran kepemimpinan yang kuat dalam ekosistem zakat nasional dengan menjadi salah satu provinsi yang mencatatkan jumlah pembentukan Unit Pengumpul Zakat terbanyak.

Adapun dari total 111.924 UPZ yang terbentuk secara nasional, BAZNAS Provinsi Jawa Barat sendiri tercatat telah mendirikan 52 UPZ aktif yang didominasi oleh sektor yayasan serta perguruan tinggi.

“Antar UPZ kita kolaborasi, UPZ dengan LAZ kolaborasi, UPZ dengan BAZNAS kolaborasi, tidak ada yang berat jika kita melaksanakan kerja sama dan semua menjadi berat ketika bekerja sendiri-sendiri,” tutur Sodik.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Jawa Barat Dr. H. Anang Jauharuddin, M.M.Pd. menyoroti peran strategis Unit Pengumpul Zakat di tingkat perguruan tinggi untuk membantu mahasiswa yang mengalami kendala pembiayaan pendidikan.

Anang Jauharuddin menegaskan kehadiran lembaga pengumpul zakat di kampus harus memberikan dampak konkret dan tidak sekadar formalitas administrasi semata, terutama untuk para mustahik di wilayah kampus.

“Diharapkan UPZ di perguruan tinggi di antaranya untuk menanggulangi teman-teman mahasiswa yang memang ada kendala dalam soal pembiayaan,” ujar Anang.

Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (ASDA I) Setda Pemprov Jawa Barat Drs. H. Asep Sukmana, M.Si. menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor bersama BAZNAS untuk menggali potensi zakat sebesar Rp30 triliun guna mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di wilayah tersebut.

Menurutnya, pengelolaan dana umat yang optimal akan memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan sosial dan pendidikan di Jawa Barat.

“Ini kan potensi zakat juga potensi yang tentunya juga bisa berkontribusi terhadap pembangunan Jawa Barat,” kata Asep.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Biro Kesra Setda Pemprov Jawa Barat H. Andrie Kustria Wardana, S.STP., M.Si., CRBD, Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat Dr. H. Jajang Apipudin, M.Ag., Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Barat Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si., Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Barat Zaki Hilmi, M.H., Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Jawa Barat Dra. Hj. Ruri Badariyah Ramadhan, M.T., serta Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Barat Nana Sudiana, S.IP., M.M., M.Hum.(SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *