Deep Learning di TK Hadirkan Pembelajaran Bermakna

Dok.Kemendikdasmen

FACEINDONESIA.CO.ID  – Pembelajaran mendalam (deep learning) mulai diimplementasikan di satuan pendidikan anak usia dini melalui berbagai pengalaman belajar yang mendorong anak aktif mengamati, bertanya, bereksplorasi, dan berkolaborasi. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya membangun fondasi pembelajaran yang bermakna sekaligus mengembangkan karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis sejak usia dini.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa pembelajaran mendalam menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam proses belajar. “Dengan deep learning, kita ingin menciptakan lingkungan di mana siswa lebih aktif dalam membangun pemahamannya sendiri, sementara guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing mereka dalam menemukan jawaban,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Praktik Pembelajaran Mendalam telah diterapkan di berbagai taman kanak-kanak, salah satunya TK Gagas Ceria. Kepala Sekolah TK Gagas Ceria, Catur Wulandari, mengatakan urgensi penerapan pendekatan pembelajaran mendalam yang ia nilai mampu mengakomodasi keingintahuan anak. Menurutnya, setiap anak memiliki rasa ingin tahu yang perlu dipelihara melalui pengalaman belajar yang memberi ruang untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan.

“Guru lebih banyak mengajak anak mengamati, bertanya, mencoba berbagai kemungkinan, berdiskusi, dan merefleksikan pengalaman mereka daripada memberikan jawaban. Kami meyakini cara ini membuat kreativitas dan kemampuan berpikir berkembang secara alami,” ujar Catur.

Catur menjelaskan, keberhasilan pembelajaran tidak hanya diukur dari capaian akhir, tetapi juga proses belajar yang dialami anak. “Kami melihat bagaimana anak menunjukkan rasa ingin tahu, keberanian mencoba, kemampuan bekerja sama, kemandirian, kemampuan mengomunikasikan gagasan, mengekspresikan diri, serta kegembiraan dalam belajar. Ketika anak menjadi pembelajar yang aktif dan terus berkembang, itulah indikator yang paling bermakna,” jelasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, TK Gagas Ceria secara rutin menghadirkan pembelajaran berbasis proyek dan eksplorasi yang dekat dengan kehidupan anak. Melalui kegiatan tersebut, anak diajak mengamati, mengidentifikasi masalah, berdiskusi, bereksperimen, berkolaborasi, hingga menghasilkan karya sesuai tahap perkembangannya. “Yang paling penting bukan jenis kegiatannya, melainkan bagaimana anak memperoleh pengalaman belajar yang bermakna dan merasa memiliki proses belajarnya,” tambah Catur.

Praktik serupa juga diterapkan di TK Bunda Ganesha. Kepala Sekolah TK Bunda Ganesha, Susi Hindayani, menjelaskan bahwa guru menata lingkungan belajar yang menarik dan menghadirkan pertanyaan pemantik agar anak terdorong berpikir lebih mendalam. “Indikator keberhasilan kami mengacu pada perkembangan holistik melalui ketercapaian capaian pembelajaran dan delapan dimensi profil lulusan,” katanya.

Salah satu praktik yang dilakukan adalah proyek “Dunia Reptil”. Anak mengamati reptil, berdiskusi mengenai habitat dan cara merawatnya, kemudian merancang dan membuat diorama secara berkelompok. “Melalui kegiatan ini, anak belajar berbagi, berkolaborasi, mengambil keputusan, mengembangkan kemampuan visual-spasial, sekaligus menumbuhkan empati terhadap makhluk hidup dan rasa bangga atas karya yang mereka hasilkan,” ujar Susi.

Selain mengimplementasikan pembelajaran mendalam di sekolah masing-masing, kedua satuan pendidikan juga aktif mengimbaskan praktik baik kepada sekolah lain melalui kunjungan belajar, lokakarya, pelatihan, forum profesi, dan komunitas belajar. “Kami percaya peningkatan mutu pendidikan akan lebih cepat terwujud jika sekolah saling belajar dan saling memperkuat,” tutur Catur.

Senada dengan itu, Susi menyampaikan bahwa kegiatan studi tiru, pelatihan, serta berbagi praktik baik antarsekolah yang menjadi bagian dari upaya memperluas implementasi pembelajaran mendalam di jenjang pendidikan anak usia dini.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *