FACEINDONESIA.CO.ID – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Sumatera Utara mulai terurai. Kondisi ini terjadi setelah Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) meningkatkan kapasitas distribusi BBM ke wilayah tersebut.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan stok BBM di Sumatera Utara dalam kondisi aman. Pasokan juga semakin kuat setelah dua kapal menyelesaikan proses bongkar muat BBM jenis Solar dan Pertalite.
“Dengan rutinitas masyarakat sehari-hari, insyaallah antrean di SPBU di wilayah Sumatera Utara sudah mulai terurai,” ujar Wahyudi saat meninjau Fuel Terminal Medan Group, Sabtu (18/7).
Menurutnya, Pertamina meningkatkan penyaluran BBM menjadi sekitar 120-125 persen dari kondisi normal untuk mempercepat pemulihan distribusi.
“Kami terus mendorong peningkatan suplai dari sebelumnya 112 persen menjadi 120-125 persen agar antrean di SPBU segera teratasi,” katanya.
Hasil pemantauan BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga pada Jumat (17/7) menunjukkan antrean di sebagian besar SPBU Kota Medan sudah jauh berkurang.
“Sekarang hanya tersisa dua hingga tiga mobil. Artinya hampir tidak ada antrean. Pemantauan akan terus dilakukan hingga distribusi kembali normal,” tambah Wahyudi.
Untuk mempercepat normalisasi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menambah sekitar 35 persen armada mobil tangki beserta awaknya. Perusahaan juga mengoptimalkan alih suplai dari Fuel Terminal Siantar, Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe, serta memaksimalkan penyaluran melalui Terminal BBM Medan Group.
Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menegaskan realisasi penyaluran Solar dan Pertalite di Sumatera Utara masih berada di bawah rata-rata nasional. Dengan demikian, persoalan yang terjadi bukan disebabkan keterbatasan kuota BBM.
“Artinya tidak ada kendala dari sisi kuota. Evaluasi perlu difokuskan pada sistem distribusi, termasuk penguatan early warning system dan pemantauan armada,” ujarnya.
Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi memastikan operasional Fuel Terminal Medan Group berjalan normal selama 24 jam.
Sejak 14 hingga 16 Juli 2026, rata-rata penyaluran BBM ke SPBU mencapai lebih dari 6.000 kiloliter per hari. Peningkatan tersebut diharapkan mampu menambah stok di SPBU dan mempercepat penguraian antrean.
Perbaikan distribusi mulai dirasakan masyarakat. Samsuri (60), pengemudi ojek daring di Medan, mengaku antrean pengisian BBM kini jauh lebih lancar dibanding beberapa hari lalu.
“Sekarang sudah mantap dan lancar. Saya merasakannya langsung,” katanya.
Hal serupa disampaikan Hasbi (23), pengemudi truk, yang menyebut waktu tunggu pengisian BBM kini jauh lebih singkat.
“Terima kasih kepada pemerintah. BBM di Sumatera Utara sekarang sudah lancar,” ujarnya.(ZID)





