FACEINDONESIA.CO.ID – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kabupaten Wonogiri meluncurkan program Balai Ternak BAZNAS di Desa Sumberharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, sebagai upaya memberdayakan peternak dari kalangan mustahik, serta mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pengembangan usaha peternakan.
Peluncuran Balai Ternak BAZNAS kelompok Ternak Sumber Barokah Farm digelar di Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (16/7/2026). Hadir Ketua BAZNAS Kabupaten Wonogiri Ahans Mahabie, Kabag Kesra Kabupaten Wonogiri Drs. Rujito, Kepala Bidang Peternakan Nunuk Wulandari, S.Pt., M.Si., Forkopimda Kabupaten Wonogiri, Camat Eromoko, Kepala Desa Sumberharjo, serta anggota Kelompok Ternak Sumber Barokah.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan, Program Balai Ternak BAZNAS menjadi salah satu ikhtiar BAZNAS mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi mustahik.
“Alhamdulillah, BAZNAS kembali meluncurkan Program Balai Ternak, kali ini di Kabupaten Wonogiri. Kita ketahui bersama potensi usaha peternakan di wilayah ini sangat strategis. Didukung sumber daya alam dan sumber daya manusia yang memadai, Insya Allah program ini akan berkembang dan memberikan manfaat yang besar bagi para mustahik,” ujar Idy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Idy menjelaskan, Program Balai Ternak di Wonogiri memberdayakan 20 kepala keluarga (KK) mustahik dengan total bantuan sebesar Rp517.460.000, hasil kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Wonogiri, dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri.
Idy menjelaskan, anggaran tersebut dialokasikan untuk pengadaan 42 ekor kambing perah unggul seperti pejantan dan indukan Kambing Saanen (strain kambing khusus perah), pembangunan sarana pendukung seperti kandang khusus ternak perah seluas 600m² , Rumah Perah untuk Sterilisasi Susu, Frezeer Susu kapasitas 1.000 liter, Sarana Pengolahan Susu Kambing, dan Pengemasan serta pendampingan usaha bagi para peternak.
“Dengan program Balai Ternak ini, pendapatan peternak diproyeksikan meningkat dari rata-rata Rp1,8 juta menjadi sekitar Rp3,66 juta per bulan,” katanya.
Lebih lanjut, Idy mengatakan, zakat, infak, dan sedekah harus mampu menghadirkan perubahan yang berkelanjutan bagi penerima manfaat.
“Karena itu, BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan berupa aset ternak, tetapi juga memastikan adanya pendampingan, peningkatan kapasitas peternak, hingga penguatan akses pasar agar usaha yang dijalankan dapat terus tumbuh,” kata Idy.
“Tujuan akhirnya dari program pemberdayaan BAZNAS yang terus digaungkan ini bukan hanya sekadar meningkatkan pendapatan, melainkan mendorong mustahik bertransformasi menjadi muzaki sehingga bisa berkontribusi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Kabupaten Wonogiri Drs. Rujito, M. Si menyambut baik kehadiran program Balai Ternak BAZNAS di Wonogiri.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan di sektor peternakan yang memiliki potensi besar di Kabupaten Wonogiri.
“Kami mengapresiasi BAZNAS yang menghadirkan Program Balai Ternak di Wonogiri. Sektor peternakan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber penghidupan masyarakat apabila didukung melalui program pemberdayaan yang terarah dan berkelanjutan,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak keluarga prasejahtera terbantu melalui berbagai program strategis Bersama.
“Pemerintah Kabupaten Wonogiri siap bersinergi untuk mendukung keberhasilan program ini,” tegasnya.(SAN)





