KAI Angkut 324.579 Ton Hasil Perkebunan Semester I 2026

Dok.KAI

FACEINDONESIA.CO.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat layanan angkutan perkebunan sebesar 324.579 ton pada Semester I 2026. Jumlah tersebut naik 17,83% dibandingkan Semester I 2025 sebesar 275.475 ton, atau bertambah 49.104 ton.

Sebagian besar komoditas perkebunan yang dilayani KAI berasal dari crude palm oil (CPO) dan produk turunan kelapa sawit. Komoditas ini memiliki keterkaitan kuat dengan industri pengolahan, perdagangan antardaerah, ekspor, serta kebutuhan bahan baku energi nabati.

Bacaan Lainnya

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan volume angkutan perkebunan menunjukkan kebutuhan pelaku usaha terhadap layanan logistik yang konsisten, berkapasitas besar, dan terhubung dengan simpul produksi, industri, serta pelabuhan.

“Komoditas perkebunan, terutama sawit, memiliki peran penting bagi aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Distribusi yang lancar membantu menjaga pasokan bahan baku industri, mendukung ekspor, dan memperkuat daya saing komoditas Indonesia,” ujar Anne.

Menurut Anne, peran distribusi komoditas perkebunan semakin relevan seiring penguatan hilirisasi industri dan arah kebijakan energi nasional. Kebutuhan terhadap bahan baku nabati, termasuk untuk mendukung kesiapan pemanfaatan biodiesel B50, membutuhkan rantai pasok yang andal agar pergerakan komoditas dari kawasan produksi menuju titik pengolahan dapat berlangsung lebih terencana.

“Agenda energi nasional membutuhkan dukungan logistik yang kuat. Ketika kebutuhan bahan baku nabati meningkat, termasuk dalam kesiapan B50, distribusi CPO dan produk turunannya perlu ditopang sistem logistik yang efisien, konsisten, dan terhubung,” kata Anne.

Di berbagai wilayah Sumatra, layanan logistik perkebunan berbasis rel berperan menghubungkan kawasan produksi dengan industri pengolahan dan pelabuhan. Pergerakan komoditas ini turut mendukung aktivitas usaha, menjaga kesinambungan pasokan, serta memberi dampak bagi ekonomi daerah yang bergantung pada sektor perkebunan.

Dari aspek sustainability, kereta api memiliki nilai tambah karena mampu melayani volume besar dalam satu perjalanan. Model distribusi ini membantu mengurangi tekanan kendaraan berat di jalan raya, mendukung efisiensi penggunaan energi per ton barang, serta memperkuat pilihan logistik yang lebih terukur bagi komoditas bervolume tinggi seperti CPO dan produk turunannya.

Anne menambahkan, peningkatan layanan angkutan perkebunan menjadi sinyal positif bagi logistik nasional. Konektivitas yang semakin kuat antara kawasan produksi, industri pengolahan, dan pelabuhan akan membantu arus barang berjalan lebih efisien serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok komoditas perkebunan dunia.

“KAI akan terus memperkuat layanan logistik untuk mendukung sektor-sektor produktif nasional. Melalui kereta api, distribusi komoditas perkebunan dapat berlangsung lebih efisien, mendukung ekonomi daerah, serta memperkuat rantai pasok komoditas strategis Indonesia, termasuk yang berkaitan dengan kebutuhan energi nabati nasional,” tutup Anne.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *