Sinarmas AM Luncurkan DPLK Digital Pertama

FACEINDONESIA.CO.ID-PT Sinarmas Asset Management (Sinarmas AM) resmi meluncurkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Sinarmas Asset Management (DPLK SAM) di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/7). DPLK SAM menjadi dana pensiun pertama di Indonesia yang didirikan oleh perusahaan manajer investasi.

DPLK SAM telah mengantongi pengesahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 5 Juni 2026. Kehadirannya diharapkan memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat ekosistem investasi jangka panjang di Indonesia.

Direktur Utama Sinarmas AM, Alex Setyawan W.K., mengatakan peluncuran DPLK SAM merupakan langkah strategis untuk menghadirkan layanan dana pensiun yang lebih modern, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Ini bukan sekadar ekspansi bisnis, tetapi juga bentuk kontribusi kami dalam memperkuat ketahanan finansial masyarakat. Sebagai manajer investasi pertama yang mendirikan DPLK, kami ingin menghadirkan layanan dana pensiun berbasis digital yang relevan dengan generasi masa kini,” ujar Alex.

DPLK SAM menyasar perusahaan di lingkungan Grup Sinar Mas, perusahaan swasta, hingga pekerja formal maupun informal melalui Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP). Pemasaran dilakukan melalui aplikasi digital dan jaringan mitra distribusi untuk memperluas kepesertaan.

Melalui platform SimPensiun, peserta dapat mendaftar, memantau saldo dana, mengubah pilihan investasi, hingga mencairkan manfaat pensiun secara daring.

Layanan digital tersebut ditujukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, terutama generasi muda, mengingat tingkat kepesertaan dana pensiun nasional masih sekitar 18,94 persen dari total angkatan kerja.

Ketua Pengurus DPLK SAM, Stephanus Rudi, mengatakan generasi muda membutuhkan layanan dana pensiun yang fleksibel, transparan, dan berbasis teknologi.

Dengan iuran mulai Rp50.000 per bulan, DPLK SAM membuka kesempatan bagi pekerja formal, pekerja informal, freelancer, wirausahawan muda, hingga content creator untuk mulai mempersiapkan dana pensiun sejak dini.

Pada 2026, DPLK SAM menargetkan aset kelolaan sebesar Rp150 miliar dengan 15.000 peserta.

Target tersebut akan didukung melalui edukasi literasi keuangan, layanan digital, serta penguatan jaringan pemasaran.
Alex optimistis industri dana pensiun di Indonesia masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

Menurutnya, perpaduan investasi, teknologi digital, dan edukasi keuangan akan menjadikan DPLK SAM sebagai mitra masyarakat dalam mempersiapkan masa pensiun yang lebih aman dan sejahtera.(SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *