Iperindo Dukung B50, Minta Sosialisasi ke Industri Perkapalan Diperluas

Dok.I Perindo

FACEINDONESIA.CO.ID – Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) mendukung kebijakan pemerintah memperluas sosialisasi penerapan biodiesel B50 kepada pelaku industri perkapalan secara bertahap.

Ketua Umum Iperindo, Anita Puji Utami, mengatakan sosialisasi yang lebih luas diperlukan agar galangan kapal, pemilik kapal, produsen mesin, hingga penyedia suku cadang memiliki waktu untuk melakukan penyesuaian teknis tanpa mengganggu keselamatan operasional maupun daya saing industri nasional.

“Iperindo siap mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan B50,” kata Anita dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/7).

Menurutnya, penerapan B50 merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan berbasis sumber daya dalam negeri.

Anita menilai penggunaan B50 menjadi bagian penting dari transisi energi menuju sektor transportasi dan industri yang lebih ramah lingkungan serta mendukung kemandirian energi nasional.

Namun, penerapan B50 di sektor perkapalan memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan transportasi darat. Sistem mesin kapal, pola operasi, dan tuntutan keandalan yang tinggi membuat implementasi B50 membutuhkan perhatian khusus.

Ia menjelaskan, tidak semua mesin kapal yang beroperasi saat ini dirancang menggunakan bahan bakar dengan kandungan biodiesel hingga 50 persen. Karena itu, diperlukan berbagai penyesuaian teknis agar operasional kapal tetap aman, andal, efisien, dan memenuhi standar keselamatan.

Selain meningkatkan biaya perawatan, penggunaan B50 juga berpotensi mempercepat usia pakai sejumlah komponen pada sistem bahan bakar sehingga penggantian suku cadang harus dilakukan lebih sering dibandingkan penggunaan solar konvensional.

Atas dasar itu, Iperindo mengusulkan agar penerapan B50 di sektor perkapalan dilakukan secara bertahap.

“Kami berharap pemerintah memberikan dukungan kepada pelaku industri galangan kapal, termasuk kompensasi harga bahan bakar, untuk membantu menutup tambahan biaya perawatan, percepatan penggantian suku cadang, serta berbagai penyesuaian teknis yang diperlukan,” ujar Anita.

Menurutnya, dukungan tersebut penting untuk menjaga daya saing industri perkapalan nasional di tengah upaya mewujudkan ketahanan energi dan transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.(BRA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *