BRI Peduli Latih 60 Purna PMI Cirebon Jadi Wirausaha

Dok.PT Bank Rakyat Indonesia (BRI)

FACEINDONESIA.CO.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BRI Peduli kembali menjalankan Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Program ini ditujukan untuk membantu para pekerja migran yang telah menyelesaikan masa kerja di luar negeri agar memiliki peluang ekonomi yang lebih kuat setelah kembali ke Indonesia.

Bacaan Lainnya

Pada pelaksanaan kali ini, sebanyak 60 purna PMI di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengikuti pelatihan yang digelar di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon.

Materi yang diberikan meliputi dasar-dasar kewirausahaan, pemetaan potensi usaha dan peluang pasar lokal, penyusunan rencana bisnis, pengelolaan usaha dari sisi produksi, pemasaran hingga keuangan, penguatan mental usaha, serta pendampingan pascapelatihan.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan program tersebut dirancang untuk membekali purna PMI dengan keterampilan dan pengetahuan yang dapat mendukung ketahanan ekonomi melalui pengembangan usaha maupun penciptaan peluang kerja di dalam negeri.

Menurutnya, peserta didorong agar mampu memulai atau mengembangkan usaha produktif yang sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

Selain pelatihan, peserta juga memperoleh pendampingan bisnis secara berkelanjutan agar usaha yang dijalankan dapat tumbuh lebih optimal, kompetitif, dan berkelanjutan.

Berdasarkan data penempatan PMI per Desember 2025 dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Jawa Barat tercatat sebagai daerah asal PMI terbesar secara nasional dengan porsi sekitar 21,93 persen.

Sementara itu, Kabupaten Cirebon masuk lima besar daerah asal PMI dengan kontribusi 4,02 persen. Jumlah PMI dari wilayah tersebut meningkat dari 767 menjadi 886 orang sepanjang 2025.

Salah satu peserta, Tanipa, purna PMI asal Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, mengaku pelatihan tersebut membantu memperluas pemahamannya terkait validasi usaha, literasi keuangan, serta strategi pengembangan bisnis.

Sebelumnya, Tanipa pernah bekerja di Hong Kong, Bahrain, dan Singapura. Ia berharap program serupa terus diperluas agar semakin banyak purna PMI yang memperoleh manfaat untuk membangun usaha di tanah air.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *