Rupiah Melemah, Harga Daging dan Tahu Mulai Naik

Dok.Ikappi

FACEINDONESIA.CO.ID – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar. Harga daging sapi, tahu, hingga beberapa komoditas pangan lain dilaporkan mengalami kenaikan menjelang Idul Adha.

Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Reynaldi Sarijowan mengatakan, kenaikan harga tahu dan tempe dipicu mahalnya bahan baku kedelai impor akibat tekanan kurs rupiah.

Bacaan Lainnya

“Ketika dolar menguat dan rupiah melemah, harga kebutuhan pokok berbahan impor otomatis ikut naik. Ditambah lagi permintaan meningkat menjelang Idul Adha,” ujar Reynaldi kepada Rakyat Merdeka, Selasa (19/5).

Ia mengungkapkan, harga daging sapi kini berada di kisaran Rp 150 ribu per kilogram, naik dibanding sebelumnya sekitar Rp 135 ribu per kilogram.

Selain daging dan tahu, sejumlah bahan pokok lain juga mengalami kenaikan harga. Berdasarkan data Ikappi, harga cabai rawit merah naik dari Rp 80 ribu menjadi Rp 87.500 per kilogram. Cabai merah besar dijual Rp 65 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah keriting mencapai Rp 57 ribu per kilogram.

Harga bawang merah ikut naik menjadi Rp 57 ribu per kilogram, sementara bawang putih meningkat dari Rp 41 ribu menjadi Rp 43 ribu per kilogram. Untuk minyak goreng curah masih bertahan di level Rp 21.800 per kilogram, sedangkan MinyaKita berkisar Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram.

Di sisi lain, harga ayam potong masih tinggi di angka Rp 43 ribu per kilogram. Sementara harga telur relatif stabil di kisaran Rp 28.300 per kilogram.

Menurut Reynaldi, para pedagang kini berupaya menyesuaikan kondisi pasar agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Salah satunya dengan menyesuaikan ukuran produk serta menjaga pasokan kebutuhan pokok.

“Kami berharap pemerintah menambah suplai bahan pangan supaya harga tetap terkendali dan masyarakat tidak terlalu terbebani,” katanya.

Kenaikan harga daging sapi juga terjadi di Bandung. Pasokan daging sapi segar dilaporkan mulai terbatas akibat terganggunya distribusi dan naiknya harga sapi impor.

Data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung menunjukkan harga daging sapi saat ini berada di kisaran Rp 130 ribu hingga Rp 160 ribu per kilogram.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut tingginya harga dipengaruhi ketergantungan impor bibit sapi dari Australia, India, dan Selandia Baru, serta kenaikan harga pakan ternak.

“Efek berantainya membuat pedagang keberatan menjual dengan harga tinggi dari pemasok,” ujarnya.

Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai pelemahan rupiah memang berpotensi memicu kenaikan harga komoditas impor seperti kedelai, gandum, bawang putih, dan daging sapi.

Namun, menurut Yusuf, dampaknya tidak langsung terasa karena sebagian importir masih memiliki stok dari kontrak pembelian sebelumnya.

“Pemerintah masih punya ruang untuk melakukan stabilisasi sebelum tekanan harga semakin meluas,” kata Yusuf. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *