Terima Kasih Presiden Prabowo”: Revitalisasi Hadirkan Kelas dan Toilet Lebih Nyaman dan Layak

Dok.Kemendikdasmen

FACEINDONESIA.CO.ID – Peresmian 30 satuan pendidikan hasil revitalisasi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, membawa dampak positif bagi warga sekolah. Mulai dari atap kelas yang tidak lagi bocor pascahujan, suasana sekolah yang menyenangkan dengan kehadiran ruang kelas baru, hingga akses toilet yang kini lebih bersih dan layak digunakan.

Kepala TK Pertiwi 2 Tipar, Siti Nurhidayati, menceritakan bahwa tahun 2025 sekolahnya mendapatkan revitalisasi dengan nilai lebih dari Rp530 juta. Perbaikan sarana dan prasarana di sekolahnya membawa perubahan signifikan, khususnya pada unit toilet. Kini, toilet tersebut menjadi lebih bersih dan nyaman digunakan oleh seluruh warga sekolah.

Bacaan Lainnya

Selain mengubah toilet, Siti menilai program revitalisasi turut memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar sekolahnya. Pembangunan yang dilakukan dengan skema swakelola membuat masyarakat memiliki pekerjaan serta memperkuat peran sekolah sebagai pusat pendidikan dan sosial masyarakat.

“Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Abdul Mu’ti atas program ini. Kami berharap program revitalisasi dapat terus berlanjut agar semakin banyak sekolah yang merasakan dampak positif yang sama dengan kami,” tutur Siti Nurhidayati.

Selanjutnya, Kepala SMK Ma’arif Nahdlatul Ulama 1 Ajibarang, Tosirin, juga merasakan dampak positif pascarevitalisasi. Sebelum revitalisasi, ia menyebut sekolahnya kerap menghadapi keterbatasan sarana ruang kelas yang belum sepenuhnya memadai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Kini, revitalisasi telah rampung dan membawa semangat serta antusiasme tinggi murid untuk bersekolah. “Puji syukur dengan adanya dua ruang kelas baru kebutuhan ruang kelas kami dapat terpenuhi. Sekarang kami memiliki ruang kelas yang lebih representatif untuk mewujudkan suasana pembelajaran yang nyaman untuk murid,” kata Tosirin.

Cerita serupa juga diutarakan oleh Kepala SDN 2 Sokawera Cilongok, Endah Martdiyatun Wijaya. Ia menceritakan bahwa program ini membawa perubahan signifikan terhadap kondisi sekolah yang sebelumnya mengalami keterbatasan fasilitas, khususnya atap ruang kelas. Sebelum revitalisasi, kondisi atap sekolah kerap bocor saat hujan dengan intensitas tinggi, seluruh ruang kelas sering tergenang air sehingga murid dan guru harus kerja bakti membersihkan ruang kelas sebelum kegiatan belajar. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *