Pascalebaran, ASN Kemenag Diminta Perkuat Ekosistem ‘Corporate University’ dan Niat Pengabdian

Dok.Kemenag

FACEINDONESIA.CO.ID – Mengawali hari pertama kerja setelah cuti bersama Idulfitri, Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) Kementerian Agama RI menggelar apel pagi. Kepala Pusbangkom Mastuki, selaku Pembina Apel, menekankan urgensi membawa semangat “fitri” atau kesucian Ramadan ke dalam ruang kerja dan layanan publik agar kejernihan hati tidak hanya tinggal kenangan di kampung halaman.

Menurutnya, tugas ASN Kemenag di bidang pengembangan kompetensi (bangkom) bukanlah sekadar pekerjaan tambahan, melainkan jantung dari kualitas layanan publik. Amanah besar ini bertujuan untuk mendidik mereka yang melayani, serta melayani mereka yang mendidik—seperti guru, dosen, penyuluh, penghulu, pengawas, hingga kepala madrasah.

Bacaan Lainnya

“Kita melayani masyarakat bukan hanya lewat dokumen, tetapi lewat manusia. Amanah kita hari ini bernama: mendidik yang melayani, melayani yang mendidik. Allah menyuruh kita menyampaikan amanah kepada yang berhak melalui pengembangan kapasitas yang terukur, relevan, dan berdampak,” ujar Mastuki, di Ciputat, Senin (30/3/2026), mengutip QS. An-Nisā’ ayat 58.

Lebih lanjut, ASN diminta untuk tidak sekadar menggugurkan jam pelatihan, tetapi benar-benar membentuk kinerja dan akhlak layanan melalui berbagai platform digital yang telah disediakan. Semangat ini merupakan bagian dari transformasi menuju Corporate University (CorpU) Kemenag.

“Corporate University itu bukan gedung, bukan logo, bukan slogan—tetapi kebiasaan: kebiasaan berbagi pengetahuan, mengukur dampak, memperbaiki layanan, dan menghadirkan inovasi,” tegasnya.

Saat ini, berbagai kanal pembelajaran seperti MOOC Pintar, Digital Learning, Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), Klinik Pengetahuan, hingga Smart Classroom terus diakselerasi untuk menjangkau seluruh aparatur, termasuk mereka yang berada di daerah 3T maupun yang memiliki kendala jaringan.

Mastuki juga menyampaikan tiga pesan kunci yang dirangkum dalam gerakan “Tiga Rapikan” sebagai pedoman memulai ritme kerja pasca-libur. Pertama, pegawai diminta untuk merapikan niat dengan mengorientasikan setiap program seperti diklat, MOOC Pintar, hingga sesi di smart classroom sebagai bentuk ibadah dan pengabdian demi mencerdaskan serta memuliakan manusia.

Kedua, merapikan disiplin dan kualitas yang diwujudkan melalui profesionalitas nyata, mulai dari ketepatan waktu, respons yang cepat, materi yang rapi, hingga pelaksanaan evaluasi yang jujur sebagai bagian dari amanah jabatan. Terakhir, Mastuki menekankan untuk merapikan akhlak layanan belajar dengan menempatkan diri sebagai mitra belajar (learning partner) yang sabar, santun, dan memiliki empati tinggi terhadap keterbatasan para peserta, karena orang tidak selalu ingat platform apa yang dipakai, tetapi mereka akan selalu ingat cara kita memperlakukan mereka. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *