FACEINDONESIA.CO.ID – Kementerian Agama mematangkan Pelaksanaan Pelatihan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Madrasah. Program ini didesain berbasis pada kebutuhan riil guru dan berorientasi dampak pada pembelajaran di ruangan kelas.
Hal ini dibahas bersama dalam Koordinasi Pelaksanaan Pelatihan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Madrasah, di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Direktur GTK Madrasah, Fesal Musaad, mengingatkan bahwa PKB bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen strategis untuk memastikan guru madrasah adaptif terhadap dinamika pendidikan yang kian cepat. Menurutnya, PKB tidak akan efektif tanpa fondasi kolaborasi yang kuat. Sinergi antarunit, dukungan pemangku kepentingan, hingga komitmen para guru di lapangan menjadi faktor penentu keberhasilan.
“Kolaborasi adalah kunci. Tanpa kerja bersama dan komitmen yang saling menguatkan, PKB tidak akan menghasilkan perubahan yang signifikan,” tegasnya.
Fesal menekankan, kualitas pendidikan tidak berdiri sendiri. Ia terkait langsung dengan kesejahteraan, pemberdayaan, dan profesionalisme guru. Upaya peningkatan mutu pembelajaran, kata dia, harus berjalan seiring dengan perhatian terhadap pengembangan karier dan kompetensi pendidik.
Ia menilai PKB sebagai langkah sistematis untuk memastikan guru madrasah terus bertumbuh, baik dalam penguasaan materi, metodologi pembelajaran, maupun pemanfaatan teknologi digital. Tantangan pendidikan abad ke-21 menuntut guru tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga lincah beradaptasi dan inovatif dalam mengajar.
Karena itu, pelaksanaan PKB dirancang lebih terarah dan berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan tidak lagi bersifat seremonial, melainkan berbasis kebutuhan riil guru serta berorientasi pada dampak langsung di ruang kelas.
Direktorat GTK Madrasah juga terus mengakselerasi sejumlah program strategis, mulai dari penguatan kesejahteraan guru, peningkatan kompetensi berbasis digital, hingga transformasi layanan GTK yang lebih responsif dan terintegrasi. (San)






