FACEINDONESIA.CO.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang hadir dalam Higher Education Partnership Workshop yang digelar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Park Hyatt Hotel, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Forum tersebut membahas peluang kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi dan riset, sekaligus tantangan global yang dihadapi perguruan tinggi. Kegiatan ini diikuti kementerian dan lembaga pemerintah Indonesia, perguruan tinggi unggulan nasional, serta institusi pendidikan tinggi dari Amerika Serikat.
Rektor UIN Raden Fatah Palembang Muhammad Adil mengapresiasi undangan yang diberikan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Menurutnya, kehadiran UIN Raden Fatah dalam forum tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan jejaring internasional PTKIN.
“Perguruan tinggi Islam yang diundang hanya UIN Raden Fatah. Ini menjadi kehormatan sekaligus peluang untuk membuka kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga riset di Amerika Serikat,” kata Rektor UIN Raden Fatah Palembang Muhammad Adil.
Ia berharap, kerja sama yang terjalin dapat mendorong peningkatan kualitas akademik dan riset, termasuk pengembangan program internasional di lingkungan UIN Raden Fatah Palembang.
Adil menambahkan, keikutsertaan UIN Raden Fatah Palembang dalam forum ini menegaskan komitmen kampus dalam memperluas jejaring global serta memperkuat peran PTKIN dalam kerja sama pendidikan tinggi internasional.
Sejumlah perguruan tinggi ternama nasional turut hadir, antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Airlangga (UNAIR). Selain itu, hadir pula Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).
Dari Amerika Serikat, dua universitas ternama ikut ambil bagian, yakni University of California, Davis dan Purdue University, Indiana.
Kuasa Usaha Ad Interim (CDA) Amerika Serikat di Jakarta, Peter M. Haymond, mengatakan forum ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kolaborasi pendidikan dan riset lintas negara.
“Acara ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama antara perguruan tinggi di Indonesia dengan kampus-kampus di Amerika Serikat serta lembaga riset, sehingga hubungan Indonesia dan Amerika Serikat semakin erat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan University of California, Davis dan Purdue University menyatakan kesiapan untuk menjalin kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga riset di Indonesia, termasuk BRIN. Bentuk kerja sama yang ditawarkan meliputi publikasi ilmiah bersama, workshop dan seminar internasional, program pelatihan, pertukaran mahasiswa, hingga riset bersama. (San)





