FACEINDONESIA.CO.ID – PT Jasa Marga (Persero) Tbk. melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT), selaku pengelola jalan tol di wilayah Jabodetabek dan Bandung, menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas layanan dalam menghadapi arus lalu lintas selama periode libur Idulfitri 1447H/2026 M. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan media briefing yang dihadiri oleh 20 perwakilan media televisi, _online_ dan cetak yang diselenggarakan di Ruang Communal Space Kantor Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Pasteur Bandung pada hari Jumat, 13 Maret 2026.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan kesiapan operasional oleh Widiyatmiko Nursejati selaku Senior General Manager JMT yang menjelaskan sejumlah langkah strategis peningkatan layanan, dilanjutkan dengan paparan Direktur Utama PT Jasamarga Japek Selatan (JJS) Charles Lendra terkait kesiapan fungsional Ruas Gol Japek II Selatan mulai dari Sadang s.d. Setu (Burangkeng) sejauh 52 KM. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi komunikasi publik dan tanya jawab media.
Dalam paparannya, Widiyatmiko menyampaikan bahwa puncak arus mudik Libur Idulfitri 1447H/2026 M diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026.
“Pada puncak arus mudik libur Idulfitri, volume kendaraan yang melintasi Gerbang Tol Kalihurip Utama menuju Bandung diperkirakan mencapai 786 ribu kendaraan atau meningkat 3,3 % dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sedangkan pada puncak arus balik, diperkiraan sebanyak 789 robu kendaraan melintasi GT kalihurip Utama menuju Jabodetabek,” Ujar Widiyatmiko.
Untuk mendukung kelancaran lalu lintas selama periode libur Idulfitri 1447H/2026 M, mengacu pada SKB Dirjen Perhubungan Darat, Dirjen Perhubungan Laut, Dirjen Bina Marga, dan Kakorlantas Nomor: KP-DRJD 854 Tahun 2026; HK.201/1/21/DJPL/2026; Kep/43/II/2026; 20/KPTS/Db/2026, akan dilakukan pengaturan pembatasan operasional angkutan barang yang diberlakukan pada 13 s.d. 29 Maret 2026, mulai pukul 12.00 hingga 24.00 WIB, sebagai upaya mencegah terjadinya kepadatan lalu lintas.
Menghadapi potensi peningkatan volume lalu lintas, JMT telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari pengaturan dan rekayasa lalu lintas yang dilakukan melalui koordinasi dengan kepolisian seperti contraflow dan kanalisasi pada titik krusial seperti Simpang Susun Pasteur antisipasi pertemuan lalu lintas dari GT pasteur dan GT Cileunyi dan contraflow pads tirik kepadatan rest area seperti di KM 125.
Selain itu, juga dilakukan penambahan kapasitas transaksi dengan memanfaatkan mobile reader, optimalisasi teknologi dan radar untuk memantau kepadatan lalu lintas, optimalisasi pengaturan rest area, serta menyosialisasikan informasi kondisi lalu lintas di jalan tol wilayah Jabodetabek dan Bandung melalui media konvensional, media daring, serta kanal media sosial JMT di @official.jmmetropolitan.
Widiyatmiko juga menambahkan bahwa Jasa Marga akan memastikan kesiapan infrastruktur melalui penyelesaian pekerjaan konstruksi sebelum periode libur Idulfitri 1447H/2026 M, namun tetap menyiagakan tim sapu lubang untuk melakukan observasi rutin mengantisipasi potensi lubang dan kerusakan jalan.
Berbagai persiapan juga telah dilakukan pada layanan transaksi dengan memastikan kapasitas gerbang tol mampu menampung volume kendaraan guna mencegah antrean. Selain itu, seluruh fasilitas pendukung, seperti CCTV, Dynamic Message Sign (DMS), Road Traffic Monitoring System (RTMS), serta radio komunikasi dipastikan berfungsi secara optimal.
Pada kesempatan yang sama, Charles Lendra selaku Direktur Utama PT JJS menyampaikan rencana pengoperasioan Ruas Tol Japek II Selatan secara fungsional mulai dari Sadang sampai dengan Setu (Burangkeng).
“Pengoperasian fungsional ini hanya berlaku untuk arus balik Idulfitri 1447H, sebagai langkah antisipasi kepadatan akibat pertemuan lalu lintas dari GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama di KM 66 Ruas Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta,” terang Charles.
Jalur fungsional sepanjang 52 KM ini tidak dipungut biaya dan dioperasikan secara situasional sesuai diskresi Kepolisian. Nantinya, jalur fungsional ini juga akan dilengkapi dengan berbagai rambu dan papan informasi sementara, namun dikarenakan bersifat fungsional, pengguna jalan diimbau tidak memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi dan memperhatikan rambu-rambu yang terpasang demi keselamatan bersama.
Widiyatmiko Nursejati juga mengingatkan pengguna jalan untuk menjaga stamina selama perjalanan dengan memanfaatkan rest area yang telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti toilet, air bersih, tempat ibadah, ruang laktasi, SPKLU, hingga SPBU modular, agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
“Kami optimistis, dengan persiapan yang matang serta sinergi antara Jasa Marga dan seluruh pemangku kepentingan, perjalanan masyarakat selama periode libur Idulfitri 1447H/2026 M dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan nyaman,” tutup Widiyatmiko Nursejati.
Informasi terkini seputar kondisi lalu lintas di ruas tol Jasa Marga Group wilayah Jabodetabek dan Bandung dapat diakses melalui kanal informasi resmi Jasa Marga, antara lain Instagram Pantau terus informasi lalu lintas terkini di ruas tol Jasa Marga Group melalui kanal resmi: one call center 24 jam 14080, situs www.jasamarga.com, media sosial @official.jmmetropolitan, dan aplikasi Travoy. (San)





