FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan Masjid Al Ikhlas PIK, yang terletak di Riverwalk Island. Masjid ini menjadi oase spiritual baru sekaligus lanskap religius di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK).
Menurut Menag Nasaruddin Umar, masjid itu dibangun tidak hanya berfungsi sebagai rumah ibadah bagi umat, namun bisa juga berperan untuk pemberdayaan umat sekaligus menciptakan energi positif bagi masyarakat sekitar. Seperti pada zaman Rasulullah Saw, Menag berharap masjid yang dibangun berperan lebih besar dari sekadar tempat ibadah.
“Ke depannya, masjid yang akan membesarkan umat, bukan umat yang membesarkan masjid. Kiranya masjid Al Ikhlas yang kita resmikan ini, menambah gairah bagi lingkungan masyarakat sekitar,” kata Menag Nasaruddin Umar, di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
“Di masjid ini nantinya akan ada pelatihan-pelatihan keterampilan untuk anak muda generasi bangsa. Dengan demikian, masjid turut memberikan talenta bagi anak bangsa dalam menghadapi kehidupan ke depan,” sambung Menag Nasaruddin Umar.
Menag Nasaruddin Umar juga berkisah bahwa pada zaman Rasulullah Saw, masjid itu berfungsi selain sebagai tempat ibadah juga digunakan untuk memperkuat dan pemberdayaan umat. Ini berarti tujuan masjid itu dibangun agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“Masjid Al Ikhlas ini juga tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, baik umat Islam maupun non-Muslim. Masjid bisa menjadi tempat pertemuan, pertunjukan seni, pelatihan-pelatihan keterampilan, bela diri, bahkan tempat untuk meningkatkan perekonomian umat,” kata Menag Nasaruddin Umar.
Direktur Utama Agung Sedayu Group (ASG), Nono Sampono menyampaikan bahwa proses pembangunan masjid ini dimulai sejak Maret 2025. Dibangun diatas lahan seluas ±2.435 meter persegi yang dirancang dapat menampung sekitar 600 jemaah.
“Nama masjid ‘Al Ikhlas’ ini bukan sekadar label. Nama ini diberikan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Filosofinya, mengandung harapan agar masjid ini menjadi pusat ketulusan, keberkahan, dan semangat kebaikan bagi masyarakat sekitar,” kata Nono Sampono.
Menurut Nono Sampono, kehadiran Masjid Al Ikhlas di Riverwalk Island ini juga membawa pesan sosial yang mendalam tentang kerukunan umat beragama. Kawasan ini didesain sebagai etalase keberagaman Indonesia. Masjid Al Ikhlas berdiri berdampingan secara harmonis dengan rumah ibadah umat Buddha, Si Mian Fo, yang telah lebih dulu hadir. Dan kedepannya, direncanakan akan dibangun sejumlah rumah ibadah dari agama lain di area ini.
“Peresmian Masjid Al Ikhlas ini bukan hanya seremonial pembukaan bangunan fisik, melainkan simbol persatuan dan toleransi nyata, di mana kumandang adzan dan doa-doa dari umat lain dapat saling bersahutan dalam damai,” tegas Nono Sampono. (San)





