FACEINDONESIA.CO.ID – Denyut ekonomi Pasar Kwitang, Jakarta Pusat, mulai terasa sejak fajar menyingsing. Di tengah aktivitas para pedagang yang sibuk menata lapak, Artha Graha Peduli (AGP) bersama Bank Artha Graha Internasional (BAG) hadir membawa angin segar melalui program pasar murah, Jumat (9/1/2026).
Program ini digelar sejak waktu subuh, menyesuaikan ritme kerja pedagang pasar tradisional yang memulai aktivitas ekonomi lebih pagi. Langkah tersebut mendapat sambutan antusias, terlihat dari antrean pedagang yang sudah memadati lokasi sejak pukul 04.00 WIB.
Dalam kegiatan itu, AGP dan BAG menyediakan paket sembako dengan harga di bawah pasaran. Paket tersebut berisi beras, minyak goreng, dan gula pasir—komoditas utama yang sangat dibutuhkan pedagang untuk menjaga kelangsungan usaha di tengah fluktuasi harga pangan.
Branch Director Bank Artha Graha Internasional Cabang Kwitang Indra Saputra menjelaskan, pasar murah AGP 2026 merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi.
“Pelaksanaan pasar murah ini adalah wujud komitmen kami untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Kami ingin menghadirkan solusi langsung di lapangan, khususnya bagi pedagang kecil yang merasakan dampak naik-turunnya harga bahan pokok,” ujar Indra.
Menurutnya, pemilihan waktu subuh bukan tanpa alasan. AGP ingin memastikan para pedagang dapat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau tanpa mengganggu jam berdagang mereka.
“Kami hadir saat subuh karena di waktu inilah denyut nadi ekonomi Pasar Kwitang paling terasa. Harapannya, selisih harga dari paket sembako ini bisa menjadi tambahan modal atau setidaknya meringankan beban operasional harian pedagang,” tambahnya.
Tak hanya membantu dari sisi ekonomi, kegiatan pasar murah ini juga dilengkapi dengan layanan kesehatan gratis. Bersama Arthakes, AGP menyediakan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat, serta penyuluhan mengenai pola hidup sehat dan gizi seimbang.
Layanan kesehatan tersebut menyasar masyarakat rentan, termasuk pedagang lanjut usia, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup sekaligus ketahanan ekonomi komunitas pasar tradisional.
Para pedagang mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. Di tengah kondisi harga bahan pokok yang kerap bergejolak, pasar murah dinilai mampu memberikan ruang napas bagi pelaku usaha kecil agar tetap bertahan.
Sinergi antara Artha Graha Peduli dan Bank Artha Graha Internasional ini diharapkan terus berlanjut sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan masyarakat pasar tradisional. (San)





