ParagonCorp dan RSUI Rancang Ruang Rawat Inap Nyaman

FACEINDONESIA.CO.ID- ParagonCorp bersama Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) menghadirkan desain ruang rawat inap yang memadukan kebutuhan operasional medis dengan kenyamanan pasien. Perancangan ulang ruang rawat inap lantai 9 RSUI di Depok ini melibatkan kolaborasi praktisi desain, tim rumah sakit, serta akademisi Departemen Arsitektur Universitas Indonesia (UI).

Kolaborasi yang melibatkan Corporate Real Estate Management (CREM) ParagonCorp, KIND, tim RSUI, serta akademisi UI tersebut bertujuan menciptakan lingkungan perawatan yang fungsional dan nyaman bagi pasien, keluarga, maupun tenaga medis.

Bacaan Lainnya

Dalam proses perancangan, CREM ParagonCorp yang diwakili Ar. Adjie Negara bekerja sama dengan KIND dan tim RSUI, dengan pendampingan Prof. Rakhmad Hidayat dan Prof. Yandi Andri Yatmo dari Departemen Arsitektur UI. Kerja sama lintas disiplin ini menggabungkan kebutuhan pelayanan kesehatan dengan pendekatan desain yang memperhatikan aktivitas serta pengalaman pengguna ruang.

Ruang rawat inap lantai 9 RSUI terdiri atas dua wing, yakni Centella dan Olive, dengan kapasitas 50 tempat tidur Kelas 3 serta dua kamar isolasi. Fasilitas tersebut juga dilengkapi ruang tunggu keluarga, mushola, dan toilet pengunjung untuk menunjang kebutuhan pasien maupun pendamping selama proses perawatan.

Ruang rawat inap ini diharapkan dapat mendukung pelayanan bagi pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan, baik setelah memperoleh penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun melalui perawatan elektif yang telah direncanakan sebelumnya.

Bagi ParagonCorp, desain ruang tidak hanya berkaitan dengan aspek visual, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan orang-orang yang menggunakannya. Karena itu, fungsi ruang dan kenyamanan menjadi pertimbangan penting agar lingkungan rumah sakit dapat menunjang pelayanan medis sekaligus memberikan suasana yang mendukung pasien untuk beristirahat.

“Ruang yang baik tidak hanya menjawab kebutuhan fungsional, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman orang-orang yang menggunakannya. Karena itu, memahami kebutuhan pasien, keluarga, dan tenaga medis menjadi bagian penting dalam merancang lingkungan perawatan yang nyaman dan mendukung aktivitas di dalamnya,” ujar Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E., FINSDV.

Pendekatan tersebut diwujudkan melalui desain interior yang dikerjakan Ajiv Parnata, salah satu pendiri sekaligus Partner PT KIND Indonesia, serta penataan pencahayaan khusus oleh Agust Danang Ismoyo, arsitek sekaligus desainer pencahayaan.

Pemilihan material, warna, dan pencahayaan menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana ruang yang nyaman sekaligus sesuai dengan karakter lingkungan rumah sakit. Setiap elemen dirancang dengan mempertimbangkan fungsi ruang serta aktivitas pasien dan tenaga medis.

Pencahayaan, misalnya, tidak hanya berperan sebagai unsur estetika, tetapi juga perlu mendukung kebutuhan aktivitas di dalam ruang perawatan. Begitu pula pemilihan material dan warna yang diarahkan untuk membangun lingkungan yang sesuai dengan fungsi ruang rawat inap.

Melalui perpaduan aspek visual dan fungsional, perancangan ulang ruang rawat inap lantai 9 RSUI diharapkan mampu menghadirkan lingkungan perawatan yang lebih menyeluruh dan responsif terhadap kebutuhan penggunanya.

Kolaborasi ini sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara pengelola rumah sakit, praktisi desain, dan akademisi dalam menerjemahkan kebutuhan pelayanan kesehatan ke dalam rancangan ruang. Setiap pihak berkontribusi melalui keahlian masing-masing untuk menghasilkan lingkungan yang mendukung operasional rumah sakit sekaligus memperhatikan kenyamanan pasien.

Bagi pasien, ruang rawat inap bukan sekadar tempat untuk mendapatkan penanganan medis, melainkan juga lingkungan untuk beristirahat dan menjalani proses pemulihan. Oleh karena itu, keseimbangan antara fungsi pelayanan dan kenyamanan menjadi salah satu aspek penting dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan manusia.

Tentang ParagonCorp

ParagonCorp merupakan perusahaan multinasional di sektor fast-moving consumer goods (FMCG) yang berbasis di Indonesia dan berdiri sejak 1985. Perjalanan perusahaan dimulai melalui PT Paragon Technology and Innovation, perusahaan kosmetik nasional yang menaungi sejumlah merek, antara lain Wardah, Make Over, Emina, Kahf, Putri, Crystallure, Instaperfect, Biodef, Tavi, OMG, Earth Love Life, Labore, Light+ by Wardah, DSE Dermascalp Expert, dan Wardah Bright Now.

Paragon dikenal sebagai produsen kosmetik halal bersertifikat Good Manufacturing Practice (GMP) yang menyediakan produk perawatan diri dan tata rias. Dengan lebih dari 14.000 karyawan dan kapasitas produksi hingga 135 juta unit per tahun, perusahaan ini telah menjangkau pasar Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

ParagonCorp juga mengembangkan bisnis di bidang distribusi dan perdagangan langsung melalui PT Parama Global Inspira dan PT Paranova Global Optima. Perusahaan berkomitmen menghadirkan produk yang bermanfaat bagi karyawan, mitra, masyarakat, dan lingkungan, dengan visi menjadi perusahaan yang tumbuh, bermanfaat, dan berkelanjutan.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui www.paragon-innovation.com serta akun Instagram @paragoncorp dan TikTok @paragoncorp.id.

Tentang Rumah Sakit Universitas Indonesia

Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) merupakan rumah sakit pendidikan tipe A yang menjadi bagian dari Academic Health System Universitas Indonesia. RSUI berdiri di atas lahan seluas 106.100 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 82.072 meter persegi.

Pada Februari 2026, RSUI berhasil masuk dalam peringkat 50 besar versi Brand Finance Global Top 250 Hospitals. Rumah sakit ini didukung lebih dari 200 dokter spesialistik dan fasilitas penunjang yang komprehensif.

RSUI memiliki berbagai layanan unggulan, meliputi kesehatan anak, gigi dan mulut, jantung dan pembuluh darah, obstetri dan ginekologi, ortopedi dan traumatologi, neurologi, serta urologi. RSUI berkomitmen menyelenggarakan pelayanan kesehatan berkualitas yang didukung pendidikan, riset, dan inovasi.(SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *