FACEINDONESIA.CO.ID- PLN Nusantara Power (PLN NP) menerima kunjungan Menteri Energi dan Mineral Bangladesh beserta delegasi di Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang, Jakarta, Senin (24/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman di bidang ketenagalistrikan, terutama mengenai keandalan pembangkitan, efisiensi operasional, serta pengembangan energi bersih.
Hubungan Indonesia dan Bangladesh di sektor energi sebelumnya telah terjalin melalui kerja sama PLN Nusantara Power dalam proyek pemeliharaan dan Major Inspection Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berkapasitas 150 MW di Bangladesh pada 2023 dan 2024.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan, kunjungan delegasi Bangladesh menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman sekaligus membuka peluang kerja sama baru di sektor energi.
“Kami menyambut baik kunjungan Menteri Energi dan Mineral Bangladesh beserta delegasi ke UP Muara Karang. Kunjungan ini menjadi ruang strategis untuk bertukar pengalaman mengenai pengelolaan pembangkitan, keandalan sistem, inovasi teknologi, serta pengembangan energi bersih,” ujar Ruly.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi Bangladesh juga melihat berbagai inovasi PLN NP dalam mendukung transformasi energi, salah satunya Green Hydrogen Plant (GHP) Muara Karang.
GHP Muara Karang merupakan salah satu pengembangan hidrogen hijau di Indonesia yang memproduksi hidrogen melalui proses elektrolisis dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN NP mendorong pemanfaatan teknologi energi bersih sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Menteri Energi dan Mineral Bangladesh Iqbal Hassan Mahmood, MP, mengapresiasi pengelolaan pembangkit dan inovasi yang dikembangkan PLN Nusantara Power, khususnya dalam menghadapi tantangan transisi energi.
Menurut Iqbal, Bangladesh mendapatkan banyak pengalaman dari pengelolaan unit pembangkit di Indonesia melalui PLN Nusantara Power.
“Hubungan Indonesia dan Bangladesh telah terjalin sangat baik, dan sektor energi menjadi salah satu ruang penting untuk memperkuat hubungan tersebut. Pengalaman PLN Nusantara Power dalam bekerja sama di Bangladesh merupakan bukti nyata bahwa kemitraan kedua negara telah menghasilkan kolaborasi konkret,” kata Iqbal.
Ia berharap kerja sama Indonesia dan Bangladesh dapat terus berkembang, tidak hanya dalam pembangkitan listrik, tetapi juga pada pengembangan energi bersih dan teknologi masa depan.
Kunjungan ini sekaligus menunjukkan potensi pengalaman Indonesia dalam mengelola sistem ketenagalistrikan dan mengembangkan teknologi energi bersih untuk menjadi referensi di tingkat internasional.
PLN Nusantara Power terus mendorong transformasi pembangkitan melalui peningkatan keandalan, efisiensi, digitalisasi, serta pengembangan solusi energi hijau.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen PLN Group menghadirkan sistem ketenagalistrikan yang andal, efisien, berkelanjutan, dan semakin ramah lingkungan.
Melalui pertukaran pengetahuan ini, PLN NP berharap hubungan Indonesia-Bangladesh di sektor energi semakin erat serta membuka peluang kolaborasi untuk mendukung ketahanan dan keberlanjutan energi di masa depan.(ZID)






