FACEINDONESIA.CO.ID-Menteri Koperasi sekaligus Presiden Lajnah Tanfidziyah Pimpinan Pusat Syarikat Islam (SI), Ferry Juliantono, memperkuat sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk memperluas akses permodalan serta mendorong pemberdayaan pengusaha muslim di Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Ferry saat menjadi narasumber dalam Dialog Kebangsaan di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/10/2026). Program unggulan Baznas, termasuk pendirian Pusat Bimbingan Mualaf, akan didorong melalui jaringan SI dari tingkat wilayah hingga cabang di seluruh Indonesia.
“Demikian pula program MES akan menjadi bagian dari gerakan SI agar manfaatnya langsung dirasakan di akar rumput,” ujar Ferry yang juga menjabat Ketua Harian MES.
Ferry menjelaskan, kolaborasi tersebut berfokus pada lima pilar penguatan ekonomi umat, yakni ekonomi syariah, koperasi, zakat dan wakaf, ekologi dan keberlanjutan, serta kewirausahaan umat.
Menurutnya, akses pembiayaan perlu diperluas agar tidak hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi juga menjangkau pengusaha kecil dan pelaku usaha baru di daerah. MES, SI, dan Baznas diharapkan mampu menjembatani potensi ekonomi masyarakat dengan sumber pembiayaan yang tersedia.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak SI mengambil peran strategis dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui dakwah ekonomi berbasis teknologi tepat guna.
Yassierli menilai, kolaborasi tersebut dapat membantu mengatasi persoalan pengangguran, meningkatkan produktivitas, serta membuka lapangan kerja baru. Dengan jumlah anggota SI yang mencapai lebih dari satu juta orang, pemberdayaan jaringan organisasi dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat ekonomi masyarakat.
Ketua Baznas Sodik Mudjahid menambahkan, ekonomi syariah dapat menjadi salah satu alternatif dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Baznas bersama SI akan memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui pengembangan usaha mikro berbasis koperasi, perlindungan kesehatan, perumahan, akses air bersih, pengelolaan lingkungan, serta dukungan bagi pesantren dan madrasah.
Baznas mencatat telah memberdayakan 302.914 mustahik, dengan 15.000 orang di antaranya berhasil meningkat statusnya menjadi pemberi manfaat.
Sinergi SI, Baznas, dan MES diharapkan memperluas inklusi keuangan syariah sekaligus menciptakan ekosistem usaha yang lebih produktif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(ZID)






