Lion Parcel Perluas Pengiriman Internasional, Perkuat Solusi Logistik B2B

FACEINDONESIA.CO.ID- Lion Parcel terus memperkuat layanan logistik internasional dan solusi business-to-business (B2B) untuk mendukung ekspansi bisnis serta membantu pelaku usaha Indonesia menjangkau pasar global.

Upaya tersebut dilakukan melalui pengenalan layanan pengiriman internasional INTERPACK dan solusi logistik B2B dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten.

Bacaan Lainnya

Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto, mengatakan perdagangan internasional membuka peluang besar bagi pelaku usaha Indonesia untuk mengembangkan bisnis. Namun, kesiapan logistik menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kelancaran perdagangan lintas negara.

“Kami melihat perdagangan internasional sebagai peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk terus mengembangkan bisnisnya. Untuk mendukung langkah tersebut, kesiapan logistik menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan,” ujar Kenny dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

Menurutnya, Lion Parcel terus mengembangkan kemampuan layanan internasional dan solusi logistik yang sesuai dengan kebutuhan bisnis agar pelaku usaha lebih mudah menjangkau pasar yang lebih luas.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas konektivitas layanan INTERPACK, yang kini menjangkau lebih dari 220 destinasi internasional. Layanan ini memfasilitasi pengiriman dari Indonesia ke berbagai negara, baik untuk kebutuhan individu maupun pelaku usaha, dengan ongkos kirim mulai dari Rp37.500.

Perluasan jangkauan tersebut memberikan alternatif layanan pengiriman lintas negara bagi pelaku usaha Indonesia yang ingin mengembangkan perdagangan dan memperluas pasar hingga tingkat global.

Selain layanan internasional, Lion Parcel juga menawarkan solusi B2B untuk memenuhi kebutuhan logistik perusahaan dengan skala dan karakteristik operasional yang beragam.

Melalui layanan ini, perusahaan menyediakan sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari petugas khusus atau dedicated person in charge (PIC) untuk membantu memantau pengiriman, integrasi application programming interface (API) untuk menghubungkan sistem, layanan penjemputan paket gratis, hingga tarif pengiriman khusus.

Berbagai fasilitas tersebut dirancang untuk membantu perusahaan mengelola proses pengiriman secara lebih praktis dan efisien, sekaligus mendukung kelancaran operasional bisnis.

Partisipasi Lion Parcel dalam TEI 2026 juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan solusi logistik B2B kepada pelaku usaha serta menjajaki peluang kerja sama dengan perusahaan yang membutuhkan dukungan pengiriman untuk mengembangkan bisnis dan memperluas jangkauan pasar.

Sebagai bagian dari strategi penguatan jaringan internasional, Lion Parcel telah membuka kantor internasional pertamanya di Subang Jaya, Malaysia, pada September 2026. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas logistik lintas negara sekaligus membuka peluang kolaborasi di pasar regional.

Pengembangan jaringan di Malaysia turut didukung ekosistem Lion Group, termasuk konektivitas penerbangan Batik Air Malaysia dan keberadaan Cargo Terminal Operator (CTO) di KLIA Cargo Village, Malaysia. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengembangkan konektivitas udara dan kargo untuk menunjang kebutuhan logistik internasional.

Kenny menambahkan, TEI 2026 menjadi momentum bagi Lion Parcel untuk memperluas komunikasi dan kolaborasi dengan pelaku usaha, khususnya dalam memahami kebutuhan logistik yang mendukung pertumbuhan bisnis.

Melalui ajang tersebut, Lion Parcel berharap dapat membuka lebih banyak ruang diskusi dengan perusahaan mengenai kebutuhan pengiriman dan solusi logistik yang relevan dengan perkembangan bisnis.

Ke depan, perusahaan berkomitmen terus mengembangkan kapabilitas internasional serta menjajaki kolaborasi yang dapat membantu bisnis Indonesia terhubung dengan peluang pasar global.

Di sisi lain, aktivitas perdagangan internasional Indonesia menunjukkan perkembangan positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia mencapai 167,03 miliar dolar AS sepanjang Januari-Juli 2026, meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perkembangan tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap layanan logistik yang mampu menghubungkan bisnis dengan berbagai negara.

Dengan memperkuat layanan INTERPACK, solusi logistik B2B, dan jaringan internasional, Lion Parcel berupaya mendukung kebutuhan pengiriman lintas negara serta membantu pelaku usaha Indonesia memanfaatkan peluang perdagangan global.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *