KAI Catat Pertumbuhan Mobilitas Kereta di Enam Wilayah

FACEINDONESIA.CO.ID- Mobilitas masyarakat menggunakan kereta api terus menguat di berbagai wilayah Jawa dan Sumatra. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 89.951.806 aktivitas pelanggan naik dan turun di stasiun sepanjang Januari-September 2026, meningkat 8,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 82.898.440 aktivitas.

Pertumbuhan tersebut terjadi di sejumlah wilayah kerja KAI. Enam wilayah bahkan mencatat pertumbuhan dua digit, yakni Daop 2 Bandung sebesar 10,42 persen, Daop 5 Purwokerto 11,35 persen, dan Daop 6 Yogyakarta 11 persen.

Bacaan Lainnya

Sementara di Sumatra, pertumbuhan terjadi di Divre II Sumatera Barat sebesar 22,21 persen, Divre III Palembang 10,31 persen, serta Divre IV Tanjungkarang 14,07 persen.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan perjalanan kereta api memiliki karakter yang berbeda di setiap wilayah. Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan mobilitas masyarakat berkembang, baik di kota besar maupun koridor regional Jawa dan Sumatra.

“Enam wilayah tumbuh dua digit dengan karakter perjalanan yang berbeda. Ini penting karena kebutuhan mobilitas berkembang dari kota besar hingga koridor regional di Jawa dan Sumatra,” ujar Anne.

Pertumbuhan aktivitas pelanggan tertinggi tercatat di Divre II Sumatera Barat yang mencapai 22,21 persen. Aktivitas di wilayah tersebut meningkat dari sekitar 2,84 juta menjadi 3,47 juta.

Di Pulau Jawa, Daop 5 Purwokerto dan Daop 6 Yogyakarta sama-sama membukukan pertumbuhan lebih dari 11 persen. Sementara itu, wilayah Jakarta masih menjadi daerah dengan volume aktivitas pelanggan terbesar, yakni mencapai 18,06 juta aktivitas dengan pertumbuhan 6,06 persen.

KAI menjelaskan, angka aktivitas tersebut merupakan jumlah pelanggan yang naik dan turun di stasiun. Karena itu, indikator tersebut menggambarkan intensitas pergerakan di masing-masing wilayah dan berbeda dengan jumlah pelanggan KAI Group.

Secara keseluruhan, KAI Group melayani 394.443.300 pelanggan selama Januari-September 2026. Jumlah tersebut meningkat 7,06 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 368.429.917 pelanggan.

Peningkatan mobilitas kereta api juga berlangsung seiring tingginya aktivitas perjalanan masyarakat Indonesia. Berdasarkan data BPS, perjalanan wisatawan nusantara pada Agustus 2026 mencapai 104,30 juta perjalanan atau tumbuh 11,47 persen dibandingkan Agustus 2025. Pada periode yang sama, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,60 juta kunjungan.

Menurut KAI, pola pertumbuhan di setiap wilayah menjadi salah satu bahan evaluasi dalam menyiapkan kapasitas dan pelayanan. Kawasan wisata, commuter, maupun koridor regional memiliki karakter perjalanan yang berbeda sehingga membutuhkan pengelolaan layanan yang disesuaikan.

Data aktivitas pelanggan kemudian digunakan bersama sejumlah indikator lain, seperti tingkat okupansi, pola keberangkatan, musim liburan, hingga kapasitas stasiun untuk memastikan pelayanan kereta api dapat mengikuti kebutuhan masyarakat.

Secara bulanan, aktivitas pelanggan nasional tertinggi sepanjang Januari-September 2026 terjadi pada Maret dengan 11.505.570 aktivitas. Selanjutnya, aktivitas pada Juni mencapai sekitar 10,97 juta dan Juli sekitar 10,80 juta.

“Pertumbuhan wilayah memberi kami peta yang lebih jelas mengenai ke mana mobilitas bergerak. Dari sana, layanan dapat disiapkan sesuai karakter perjalanan masing-masing koridor,” kata Anne.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *