FACEINDONESIA.CO.ID – Jurnal Lektur Keagamaan (JLKa) yang diterbitkan Kementerian Agama semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu rujukan utama dalam publikasi ilmiah keagamaan Indonesia. Setelah terindeks Scopus pada Juni 2025, JLKa kini tercatat meraih SJR 0,268, dan masuk kategori Q1.
Jurnal kategori Q1 (Quartile 1) adalah jurnal internasional bereputasi tertinggi, menempati peringkat 25% teratas dalam bidang ilmunya berdasarkan faktor dampak (impact factor) dan sitasi. Jurnal Q1 menandakan kualitas editorial yang sangat tinggi, pengaruh besar, dan menjadi rujukan utama dalam komunitas akademik global.
Selain masuk kategori Q1, JLKa juga memiliki H-Index 5 berdasarkan data SCImago Journal Rank. Capaian ini menegaskan bahwa pengakuan terhadap JLKa tidak berhenti pada indeksasi, tetapi juga pada posisi dan performa jurnal.
Kepala Pusat Penilaian Buku Agama, Lektur dan Literasi Keagamaan, M. Sidik Sisdiyanto, menegaskan bahwa capaian ini merupakan prestasi penting bagi pengembangan jurnal keagamaan nasional. JLKa terbit dua kali setahun sejak 2003.
“Keberhasilan JLKa menunjukkan bahwa jurnal keagamaan Indonesia mampu tampil kompetitif dan memperoleh pengakuan yang lebih luas di tingkat internasional,” terang M Sidik di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Ketua Tim Pengelolaan Jurnal Penilaian Buku Agama, Lektur dan Literasi Keagamaan, Priwahyudi, menyatakan bahwa capaian SJR 0,268, kategori Q1, dan H-Index 5 harus dibaca sebagai prestasi sekaligus tantangan. Prestasi, karena JLKa berhasil mencapai posisi yang membanggakan.
“Tantangan, karena capaian tersebut harus dijaga melalui penguatan mutu artikel, seleksi naskah yang semakin ketat, konsistensi tata kelola editorial, dan kesinambungan kualitas terbitan,” paparnya.
Senada dengan itu, Editor in Chief Jurnal Lektur Keagamaan, Mulyawan Safwandy Nugraha, menilai capaian ini menjadi dorongan untuk terus menjaga standar akademik jurnal agar tetap kredibel, relevan, dan berdampak dalam percakapan ilmiah internasional.
“Bagi JLKa, capaian ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Posisi SJR 0,268, kategori Q1, dan H-Index 5 adalah prestasi yang patut disyukuri, sekaligus tantangan untuk terus menjaga mutu dan reputasi jurnal ke depan,” tandasnya. (San)





