Deteksi Dini Kaki Pengkor Diperkuat, DoctorSHARE Libatkan Posyandu

Dok.Dokter SHARE

FACEINDONESIA.CO.ID – Upaya memperkuat deteksi dini dan penanganan Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) atau kaki pengkor terus dilakukan. Tim CTEV Yayasan Dokter Peduli (DoctorSHARE) menggelar sosialisasi bagi kader posyandu dan tenaga kesehatan di Jakarta Timur untuk memperluas penemuan kasus sejak usia dini.

Kegiatan yang diikuti 50 peserta ini melibatkan kader posyandu dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Pembantu (Pustu) Kelurahan Gedong.

Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman tentang CTEV sekaligus memperkuat kemampuan skrining di tingkat masyarakat.

CTEV merupakan kelainan bawaan yang menyebabkan satu atau kedua kaki bayi mengalami perubahan bentuk sehingga mengarah ke dalam dan ke bawah. Secara global, kondisi ini diperkirakan terjadi pada 1–2 dari setiap 800 kelahiran hidup.

Jika tidak ditangani sejak dini, kaki pengkor dapat memengaruhi kemampuan berjalan, membatasi aktivitas, hingga berdampak pada kualitas hidup anak saat dewasa. Namun, peluang pemulihan sangat tinggi bila terdeteksi lebih awal.

Berbagai studi menunjukkan lebih dari 90 persen kasus CTEV dapat ditangani dengan baik melalui metode Ponseti yang telah menjadi standar penanganan di banyak negara.

Dalam kegiatan tersebut hadir Penanggung Jawab Program Kesehatan Anak Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo, dr. Jeumpa Fitri. Ia menegaskan pentingnya peran tenaga kesehatan dan kader posyandu dalam melakukan deteksi dini, memberikan edukasi kepada keluarga, serta memastikan proses rujukan berjalan cepat dan tepat.

Peserta juga mendapat pembekalan mengenai ciri-ciri kaki pengkor, pentingnya pemeriksaan sejak bayi lahir, hingga alur layanan kesehatan yang tersedia bagi penyandang CTEV.

Sebagai bagian dari penguatan layanan, Program CTEV DoctorSHARE menjalin kolaborasi dengan Poli Ortopedi Rumah Sakit Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikes) Jakarta Timur. Dalam waktu dekat, kerja sama juga akan diperluas ke Rumah Sakit Cijantung agar akses pemeriksaan dan penanganan semakin mudah dijangkau masyarakat.

Melalui sinergi tenaga kesehatan, kader posyandu, fasilitas layanan kesehatan, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak anak dengan kaki pengkor dapat terdeteksi dan memperoleh terapi lebih cepat sehingga tumbuh dan berkembang secara optimal.(BRA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *