Dana Bergulir LPDB Rp750 Juta Dorong KDKMP Tamanmartani Kembangkan Usaha

FACEINDONESIA.CO.ID- Dukungan dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi membantu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengembangkan berbagai unit usaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Berkat dukungan pembiayaan tersebut, koperasi ini bahkan menjadi salah satu percontohan KDKMP di tingkat nasional.

Ketua KDKMP Tamanmartani, Mawardi, mengatakan koperasi memperoleh modal sebesar Rp750 juta dari LPDB Koperasi. Selain itu, modal juga berasal dari penyertaan Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal), iuran wajib, serta simpanan pokok anggota.

Bacaan Lainnya

Menurut Mawardi, dukungan permodalan sangat membantu koperasi yang baru merintis usaha agar dapat mengembangkan layanan tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membangun gedung baru.

“Ketika kami berdiri, tidak langsung eksis. Kami mendapat dukungan berupa bantuan keuangan. Memang kami tidak membangun fisik koperasi, tetapi memanfaatkan bangunan lama yang menjadi aset milik kalurahan,” ujar Mawardi, Rabu (14/10/2026).

Saat ini, KDKMP Tamanmartani menjalankan sejumlah unit usaha, mulai dari gerai sembako, penyediaan sarana produksi pertanian, budidaya ikan nila dengan sistem bioflok, klinik kesehatan, pemasok kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga agen BNI 46.

Klinik kesehatan yang dikelola koperasi juga sedang mempersiapkan sertifikasi dan uji kelayakan agar dapat beroperasi sebagai Klinik Pratama yang melayani peserta BPJS Kesehatan.

Di sektor pangan, koperasi mulai memasok sebagian kebutuhan SPPG. Mawardi berharap kerja sama tersebut terus berkembang sehingga KDKMP Tamanmartani dapat menjadi pemasok tetap dengan porsi minimal 35 persen dari total kebutuhan SPPG.

“Harapannya, kalau KDKMP bisa menjadi pemasok tetap, minimal 35 persen kebutuhan SPPG, kami yakin koperasi ini bisa semakin eksis,” tuturnya.

Mawardi menilai proses pencairan pembiayaan LPDB relatif mudah dan cepat. Pengembalian pinjaman juga berjalan tertib, disertai kegiatan pemantauan dan evaluasi oleh LPDB setiap tiga bulan.

Untuk memperkuat pengelolaan usaha, koperasi berencana memfasilitasi sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi bendahara sebelum unit simpan pinjam dijalankan secara penuh.

Ke depan, Mawardi berharap dukungan pembiayaan LPDB dapat ditingkatkan agar koperasi mampu memperluas kegiatan usaha, termasuk menjadi pembeli atau offtaker hasil pertanian masyarakat setempat.

“Kita punya banyak potensi, termasuk menjadi pemasok tetap SPPG. Kami berharap ruang komunikasi terus dibuka sehingga peluang kerja sama dengan berbagai pihak bisa ditingkatkan,” katanya.

Lurah Tamanmartani Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi

Dukungan terhadap pengembangan KDKMP Tamanmartani juga disampaikan Lurah Tamanmartani, R. Gandang Hardjanata. Ia menegaskan komitmennya untuk mendorong koperasi menjadi penggerak perekonomian masyarakat yang berjumlah sekitar 17.400 jiwa dan tersebar di 22 pedukuhan.

Gandang mengaku bersedia memberikan jaminan untuk meyakinkan pihak penyalur modal agar koperasi memperoleh dukungan pembiayaan. Namun, ia menyebut masih terdapat hambatan di lapangan, terutama terkait pembatasan peran koperasi sebagai pemasok kebutuhan masyarakat.

“Saya berharap program Presiden tidak didukung hanya di mulut, tetapi benar-benar bisa dilaksanakan. Kunci utamanya adalah komunikasi. Saya berharap ruang komunikasi dengan berbagai pihak terkait dibuka selebar-lebarnya oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Menurut Gandang, pembangunan gedung baru belum menjadi kebutuhan mendesak karena koperasi masih dapat memanfaatkan aset milik kalurahan yang belum digunakan secara optimal. Pembangunan gerai fisik dapat dipertimbangkan seiring dengan perkembangan usaha dan kebutuhan operasional.

Berdasarkan data yang disampaikan, LPDB Koperasi telah menyalurkan pembiayaan kepada delapan KDKMP dengan total pencairan mencapai Rp6,38 miliar. Dari jumlah tersebut, dua koperasi menerima pembiayaan menggunakan skema syariah, sedangkan enam lainnya menggunakan skema konvensional.

Pembiayaan LPDB Bantu UMKM Perluas Pasar

Manfaat dana bergulir LPDB juga dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi anggota koperasi. Salah satunya Ardi Suhami, pemilik usaha Arumanis Haji Ardi di Sleman, Yogyakarta, sekaligus anggota Koperasi Bina Ihsanul Fikri Yogyakarta.

Koperasi tersebut memperoleh pembiayaan dari LPDB yang kemudian disalurkan kepada anggota untuk membantu pengembangan usaha. Ardi, mantan tenaga penjualan yang kini memproduksi jajanan tradisional rambut nenek atau arbanat, mengaku biaya pinjaman melalui koperasi relatif lebih ringan dibandingkan sejumlah alternatif pembiayaan lain, termasuk perbankan.

Ia berharap akses permodalan bagi UMKM semakin mudah, murah, dan cepat sehingga pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas produksi tanpa terbebani biaya pembiayaan yang tinggi.

“Kehadiran LPDB memberikan manfaat bagi UMKM karena bunganya kami anggap rendah. Dengan beban biaya yang murah, tentu berdampak bagi usaha UMKM seperti kami,” kata Ardi.

Menurutnya, permintaan produk arumanis yang diproduksi usahanya kini tidak hanya berasal dari pasar dalam negeri, tetapi juga telah menjangkau pasar luar negeri. Meski demikian, tingginya biaya pengiriman masih menjadi tantangan dalam memperluas jangkauan pemasaran.

Dukungan pembiayaan LPDB diharapkan terus memperkuat koperasi dan UMKM agar mampu mengembangkan usaha, memperluas akses pasar, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.(SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *