Bulog Ajak Mahasiswa Cek Langsung Stok Beras Nasional

Dok.Bulog

FACEINDONESIA.CO.ID – Perum Bulog membuka ruang partisipasi publik dalam pengawasan pangan nasional dengan mengajak perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia mengunjungi Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (6/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan usai forum Focus Group Discussion (FGD) bertema swasembada pangan berkelanjutan yang digelar di kediaman Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Bacaan Lainnya

Dalam diskusi itu, Amran memaparkan berbagai program pemerintah, mulai dari pembangunan infrastruktur pertanian, penurunan harga pupuk hingga 20 persen, sampai pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

Para mahasiswa juga menyampaikan sejumlah persoalan pangan di daerah masing-masing, seperti dugaan penahanan pupuk dan maraknya bawang ilegal.

Menurut Amran, forum berlangsung terbuka dan penuh keakraban.

Amran kemudian mengajak mahasiswa melihat langsung kondisi gudang Bulog untuk memastikan ketersediaan stok beras pemerintah yang disebut tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

“Stok beras saat ini mencapai 5,2 juta ton. Ini tertinggi selama Indonesia merdeka,” ujar Amran.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bentuk transparansi pengelolaan pangan nasional sekaligus edukasi kepada publik terkait rantai pasok beras.

Di kawasan pergudangan Kelapa Gading seluas 54.602 meter persegi itu, terdapat 74 unit gudang dengan kapasitas mencapai 35 ribu ton beras.

Deretan karung beras tampak memenuhi hampir seluruh area penyimpanan.
Rizal menjelaskan, stok beras di gudang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan wilayah Jabodetabek hingga Banten. Saat ini, gudang dipenuhi hasil panen petani dalam negeri.

“Untuk wilayah Jakarta, keterisian stok sudah mencapai 350 ribu ton. Kami juga menambah sewa gudang di Tangerang dan Banten untuk menyimpan 140 ribu ton beras,” jelasnya.

Secara nasional, Bulog kini menguasai stok beras sekitar 5,2 juta ton dengan dukungan 1.555 gudang berkapasitas total sekitar 3,7 juta ton. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *