FACEINDONESIA.CO.ID – Pekerjaan rumah tangga tidak hanya menguras tenaga fisik, tetapi juga dapat menimbulkan beban mental yang sering kali luput dari perhatian.
Aktivitas seperti mengatur jadwal, mengingat kebutuhan rumah, hingga memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana menjadi bagian dari proses mental yang berlangsung terus-menerus.
Psikolog Adriana Amalia menjelaskan, kondisi tersebut dikenal sebagai mental labor atau cognitive household labor.
Menurutnya, beban mental rumah tangga dapat memicu kelelahan emosional apabila tidak dikelola dengan baik.
“Banyak orang hanya melihat hasil akhir pekerjaan rumah tangga. Padahal, ada proses berpikir yang panjang di baliknya, mulai dari merencanakan, mengatur hingga mengawasi berbagai kebutuhan rumah,” ujar Adriana dalam keterangannya, Senin (22/6).
Ia menilai masyarakat perkotaan menjadi kelompok yang rentan mengalami tekanan tersebut karena harus menjalankan berbagai peran sekaligus, seperti pekerja, pasangan, orang tua, hingga pengasuh keluarga. Kondisi ini berpotensi memicu stres, burnout, dan menurunkan kualitas hidup.
Menurut Adriana, keberadaan support system menjadi faktor penting untuk membantu meringankan beban tersebut. Dukungan yang diberikan tidak hanya mengurangi pekerjaan fisik, tetapi juga mengurangi tekanan dalam mengambil keputusan dan mengelola kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Sejalan dengan kebutuhan itu, berbagai layanan rumah tangga modern kini semakin diminati masyarakat. Salah satunya adalah bTaskee Indonesia yang menyediakan layanan untuk membantu pelanggan mengelola kebutuhan rumah secara lebih praktis dan efisien.
Marketing Manager bTaskee Indonesia, Diana Liudin, mengatakan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi membuat kebutuhan akan layanan rumah tangga terus meningkat.
“Kami melihat banyak pelanggan harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan urusan rumah tangga. Karena itu, layanan yang mudah diakses dan dapat diandalkan menjadi solusi yang membantu mereka menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih efisien,” ujarnya.
Diana menambahkan, setiap rumah tangga memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga layanan yang fleksibel menjadi semakin penting. Kehadiran bantuan rumah tangga dinilai dapat membantu masyarakat menghemat waktu dan tenaga untuk fokus pada aktivitas yang lebih produktif.
Meningkatnya kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara pekerjaan, kehidupan pribadi, dan kesehatan mental membuat layanan pendukung rumah tangga semakin dibutuhkan.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengelola waktu dan energi secara lebih optimal dalam menjalani kehidupan sehari-hari.(HER)






