FACEINDONESIA.CO.ID – Masjid Istiqlal selama ini dikenal bukan hanya sebagai pusat ibadah umat Islam di Indonesia, tetapi juga ruang berkumpulnya berbagai kegiatan sosial, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Melihat peran strategis tersebut, PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) menggandeng Masjid Istiqlal untuk memperkuat literasi keuangan syariah yang lebih inklusif dan dekat dengan masyarakat.
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum dan Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA di Jakarta, Kamis (5/3).
Sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara sekaligus Masjid Negara Republik Indonesia, Masjid Istiqlal memiliki peran penting dalam menjangkau masyarakat dari berbagai kalangan melalui aktivitas keagamaan, sosial, hingga kegiatan edukatif. Sinergi dengan BCA Syariah diharapkan dapat menghadirkan edukasi keuangan syariah yang lebih luas dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, mengatakan kolaborasi ini dilandasi oleh kesamaan visi untuk memperkuat peran masjid dan lembaga keuangan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Kolaborasi ini merupakan langkah strategis yang dilandasi oleh kesamaan visi untuk memperkuat peran masjid dan perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami berharap sinergi ini dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai keuangan syariah melalui pendekatan yang inklusif, relevan, dan berbasis nilai-nilai Islam,” ujarnya.
Literasi keuangan syariah dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah sekaligus mendorong berkembangnya industri halal di Indonesia. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, diharapkan semakin banyak pula yang memanfaatkan layanan keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari.
BCA Syariah dan Masjid Istiqlal sendiri telah beberapa kali berkolaborasi dalam berbagai kegiatan yang mendukung penguatan ekosistem syariah dan gaya hidup halal. Di antaranya program sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pembukaan booth literasi perbankan syariah dalam kegiatan Istiqlal Halal Walk, serta berbagai kegiatan edukasi komunitas yang melibatkan nasabah BCA Syariah.
Komitmen BCA Syariah dalam meningkatkan literasi keuangan juga diwujudkan melalui berbagai program komunitas. Salah satunya FrenSHub yang bekerja sama dengan 22 kampus di seluruh Indonesia untuk memperkenalkan perbankan syariah kepada mahasiswa.
Selain itu, terdapat program Saku Sekolah yang menjangkau 103 sekolah, komunitas Gema Masjid yang melibatkan 1.118 pengelola masjid di berbagai daerah, serta WEpreneur yang menjadi wadah pengembangan kapasitas bagi UMKM perempuan dengan total 85 wirausaha binaan.
Di tengah perkembangan teknologi digital, BCA Syariah juga terus mempermudah akses layanan keuangan syariah melalui aplikasi mobile banking BSya. Melalui aplikasi ini, nasabah dapat membuka rekening secara online, mengakses kartu digital membership, mengajukan pembiayaan emas iB, hingga melakukan top-up kartu e-money Flazz.
Melalui berbagai kolaborasi dan inovasi tersebut, BCA Syariah berharap literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia dapat terus meningkat, sehingga masyarakat semakin mudah mengakses layanan keuangan yang selaras dengan prinsip-prinsip syariah sekaligus mendukung kesejahteraan keluarga. (San)





