Atap Bocor Diperbaiki, SMAN 1 Taman Sidoarjo Terima Bantuan Revitalisasi

FACEINDONESIA.CO.ID- Sidoarjo: SMAN 1 Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menerima bantuan revitalisasi pada 2025 untuk memperbaiki atap ruang kelas yang rusak dan menambah fasilitas toilet. Perbaikan tersebut membuat kegiatan belajar mengajar lebih nyaman setelah sebelumnya kebocoran atap kerap mengganggu pembelajaran saat hujan.

Sekolah yang berdiri sejak 1984 itu menghadapi berbagai tantangan kerusakan bangunan akibat usia. Kondisi atap ruang kelas yang berlubang menyebabkan air hujan masuk ke dalam ruangan. Akibatnya, murid dan guru harus menghentikan kegiatan belajar untuk membersihkan kelas sebelum pembelajaran dapat dilanjutkan.

Bacaan Lainnya

Salah satu murid kelas XII, Alina Maulidya Aryanti, mengungkapkan pengalaman belajar di ruang kelas yang mengalami kebocoran ketika dirinya masih duduk di kelas XI pada 2025.

“Waktu saya kelas XI tahun 2025, saya menempati kelas yang atapnya masih ada yang bolong-bolong. Jadi, kalau hujan, banyak air yang masuk ke ruang kelas. Karena banjir, pembelajaran terhenti karena kita harus membersihkan kelas terlebih dahulu,” tuturnya.

Setelah dilakukan revitalisasi, kondisi ruang kelas yang diperbaiki menjadi lebih baik. Kebocoran yang sebelumnya mengganggu proses belajar kini tidak lagi terjadi di ruang kelas tersebut.

“Sekarang kelas yang saya gunakan sebelumnya sudah nggak ada atap yang bolong lagi, nggak ada yang bocor lagi. Jadi, teman-teman kelas IX yang belajar, saat ini benar-benar nyaman,” kata Alina.

Ia berharap fasilitas sekolah yang telah diperbaiki dapat dirawat dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan oleh murid-murid pada tahun-tahun berikutnya.

Kepala SMAN 1 Taman, Dewi Nurmalasari, menjelaskan bahwa bantuan revitalisasi pada 2025 mencakup perbaikan atap ruang kelas dan pembangunan satu paket toilet yang terdiri atas empat bilik.

Menurut Dewi, perbaikan tersebut memberikan dampak signifikan terhadap kondisi sarana pendidikan di sekolahnya. Sebelum revitalisasi, sebagian atap bangunan bahkan telah melengkung sehingga membutuhkan penanganan agar ruang kelas dapat digunakan secara lebih aman dan nyaman.

“Dampaknya sangat signifikan terhadap sekolah kami. Yang awalnya sekolahnya rusak, mohon maaf atapnya itu sudah melengkung, sehingga ketika mendapatkan revitalisasi, gedung menjadi bagus. Anak-anak menjadi nyaman tempat belajarnya,” ujar Dewi saat ditemui di SMAN 1 Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, pada 12 Oktober 2026.

Ia mengapresiasi perhatian pemerintah melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Menurutnya, peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah merupakan dukungan penting untuk meningkatkan pelayanan pendidikan kepada murid.

“Dengan bantuan revitalisasi satuan pendidikan sangat bermanfaat untuk kami. Anak-anak juga menjadi nyaman belajar. Insya Allah kami akan siap memberikan pelayanan yang terbaik bagi murid-murid kami,” katanya.

Manfaat perbaikan fasilitas juga dirasakan Javas Parama Wirasana, murid kelas XI. Ia menilai ruang kelas yang digunakan saat ini lebih luas, rapi, dan memiliki pencahayaan yang lebih baik dibandingkan ruang kelas sebelumnya.

Kondisi tersebut membantunya dan teman-teman lebih fokus mengikuti pembelajaran serta memahami materi yang disampaikan guru.

“Saat saya kelas XI dan menempati ruang kelas ini, saya dan teman-teman dalam pembelajaran lebih fokus dan mudah menerima materi karena pencahayaan di kelas yang baru ini lebih terang,” ujar Javas.

Javas berharap program revitalisasi dapat dilanjutkan ke ruang kelas dan fasilitas sekolah lainnya. Dengan begitu, semakin banyak murid dan guru yang dapat menikmati lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung kegiatan pendidikan.

“Harapan saya ke depannya untuk kelas-kelas yang lainnya direvitalisasi juga, agar materi yang disampaikan oleh guru jadi mudah diserap dan lebih nyaman belajarnya,” tuturnya.

Perbaikan sarana dan prasarana sekolah menjadi salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung proses pendidikan. Bagi warga SMAN 1 Taman, revitalisasi tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga membantu menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif.

Dengan ruang kelas yang lebih layak dan fasilitas pendukung yang memadai, sekolah berharap kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal. Lingkungan belajar yang nyaman diharapkan turut meningkatkan motivasi murid untuk mengembangkan potensi, memahami pelajaran, dan meraih prestasi.

Program revitalisasi satuan pendidikan di SMAN 1 Taman menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas fasilitas pendidikan agar murid dapat belajar dengan lebih aman, nyaman, dan optimal.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *