Arus Balik Tetap Terjaga, Kinerja Operasional KAI Konsisten Layani Lebih dari 4,97 Juta Perjalanan Masyarakat pada Lebaran 2026

Dok.PT KAI

Ketepatan waktu keberangkatan 99,80% dan kedatangan 98,86% selama periode Angkutan Lebaran

FACEINDONESIA.CO.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat arus balik Angkutan Lebaran 2026 tetap berlangsung dengan volume yang terjaga. Berdasarkan data operasional, pada 30 Maret 2026 KAI melayani 182.726 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh dengan tingkat okupansi 111,8 persen.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, untuk hari ini hingga 31 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket KA Jarak Jauh telah mencapai 133.541 tiket atau 82,9 persen dari kapasitas harian. Angka ini masih berpotensi bertambah seiring penjualan yang berlangsung hingga malam hari.

Secara kumulatif, penjualan tiket Angkutan Lebaran hingga 31 Maret 2026 pukul 10.00 WIB mencapai 4.978.544 tiket dari total kapasitas 4.498.696 tempat duduk atau 110,7 persen.

Rinciannya, layanan KA Jarak Jauh mencatat 4.170.700 pelanggan atau 116,8 persen dari kapasitas 3.571.760 tempat duduk. Sementara itu, KA Lokal melayani 807.844 pelanggan atau 87,2 persen dari kapasitas 926.936 tempat duduk.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pola mobilitas Lebaran tahun ini menunjukkan pergerakan yang lebih merata sejak awal periode.

“Sejak pertengahan Maret, volume pelanggan terus meningkat dan tetap tinggi hingga fase arus balik. Kereta api menjadi pilihan karena kepastian jadwal dan kenyamanan perjalanan,” ujar Anne.

Selama periode 11 hingga 30 Maret 2026, KAI telah melayani 4.713.332 pelanggan, terdiri dari 3.933.973 pelanggan KA Jarak Jauh dan 779.359 pelanggan KA Lokal. Peningkatan volume terjadi secara bertahap dan mencapai puncak pada fase arus balik.

Adapun volume harian pelanggan KA Jarak Jauh menunjukkan tren kenaikan signifikan, khususnya pada periode 22 hingga 24 Maret yang menjadi fase tertinggi, dengan masing-masing mencapai 242.810, 247.025, dan 250.650 pelanggan per hari.

Berikut rincian volume harian KA Jarak Jauh (11–30 Maret 2026):

• 11 Maret: 101.617 pelanggan (63,7%)
• 12 Maret: 126.208 pelanggan (79,2%)
• 13 Maret: 165.675 pelanggan (101,4%)
• 14 Maret: 185.871 pelanggan (113,7%)
• 15 Maret: 180.856 pelanggan (110,7%)
• 16 Maret: 173.753 pelanggan (106,3%)
• 17 Maret: 191.413 pelanggan (117,1%)
• 18 Maret: 205.842 pelanggan (125,9%)
• 19 Maret: 196.324 pelanggan (120,1%)
• 20 Maret: 167.685 pelanggan (104,6%)
• 21 Maret: 193.635 pelanggan (120,2%)
• 22 Maret: 242.810 pelanggan (150,7%)
• 23 Maret: 247.025 pelanggan (154,1%)
• 24 Maret: 250.650 pelanggan (153,4%)
• 25 Maret: 230.822 pelanggan (141,2%)
• 26 Maret: 221.307 pelanggan (135,4%)
• 27 Maret: 218.395 pelanggan (133,6%)
• 28 Maret: 222.101 pelanggan (135,9%)
• 29 Maret: 229.261 pelanggan (140,2%)
• 30 Maret: 182.726 pelanggan (111,8%)

Anne menambahkan bahwa arus balik tahun ini menunjukkan pola perjalanan yang lebih tersebar, dengan pelanggan memanfaatkan berbagai pilihan waktu dan relasi perjalanan.

“Pergerakan pelanggan tidak terkonsentrasi pada satu waktu tertentu. Pola ini membuat arus balik tetap tinggi, dengan aliran penumpang yang terjaga sepanjang periode,” ujar Anne.

KAI memastikan kesiapan operasional melalui pengaturan perjalanan, keandalan sarana, serta penguatan layanan di stasiun utama maupun stasiun antara. Dukungan teknologi juga dihadirkan untuk mempercepat proses layanan kepada pelanggan.

Di tengah tingginya mobilitas selama Angkutan Lebaran 2026, kinerja operasional KAI tetap terjaga dengan baik. Sepanjang periode tersebut, KAI mengoperasikan 8.844 perjalanan kereta api dengan tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,80 persen dan ketepatan waktu kedatangan sebesar 98,86 persen.

“Setiap perjalanan yang berlangsung selama Angkutan Lebaran menjadi bagian dari upaya KAI dalam menghadirkan layanan transportasi yang andal dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” tutup Anne. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *