Amphuri Minta Solusi Harga Tiket Umrah yang Terus Melonjak

Dok.Amphuri

FACEINDONESIA.CO.ID – Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (Amphuri) meminta pemerintah dan para pemangku kepentingan segera mencari solusi atas lonjakan harga tiket penerbangan umrah yang dinilai semakin membebani jamaah dan pelaku usaha travel.

Sekretaris Jenderal Amphuri, Zaky Zakaria Anshary mengatakan, pertemuan antara 13 asosiasi travel umrah dan haji dengan manajemen Garuda Indonesia beberapa waktu lalu belum menghasilkan solusi konkret terkait kenaikan tarif tiket.

Bacaan Lainnya

“Pembahasan masih lebih banyak menjelaskan penyebab kenaikan harga tiket,” ujar Zaky dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, harga tiket umrah saat ini naik rata-rata Rp 3,5 juta per kursi untuk penerbangan Garuda Indonesia. Sementara tiket Lion Air mengalami kenaikan sekitar Rp 4 juta hingga Rp 6,5 juta.

Amphuri memahami maskapai penerbangan tengah menghadapi tekanan operasional, termasuk kenaikan harga avtur dan biaya operasional lainnya. Namun, mereka berharap sektor umrah tidak menjadi pihak yang paling terdampak tanpa adanya dukungan maupun relaksasi dari pemerintah.

Dampak kenaikan tiket mulai dirasakan oleh penyelenggara travel dan calon jamaah. Sejumlah jamaah disebut memilih menunda bahkan membatalkan keberangkatan karena tidak sanggup menambah biaya perjalanan.

Ketua DPD Amphuri Sulawesi-Papua (Sulampua), Azhar mengungkapkan, mayoritas pembelian tiket di wilayahnya dikembalikan atau dibatalkan.

Sementara Ketua DPD Amphuri Bali-NTB, Zamroni, menyebut pihaknya telah membatalkan 5.527 tiket keberangkatan umrah.
Amphuri menilai kondisi tersebut dapat mengganggu keberlangsungan sektor umrah nasional. Padahal, pasar umrah selama ini menjadi salah satu penopang industri penerbangan karena tingkat keterisian kursi yang tinggi dan jadwal penerbangan rutin sepanjang tahun.

Selain itu, penyelenggara menyoroti harga tiket umrah yang dalam beberapa kasus lebih mahal dibandingkan penerbangan internasional jarak jauh seperti Jakarta–Roma, Jakarta–Paris hingga Jakarta–Amerika Serikat.

Karena itu, Amphuri meminta pemerintah memberikan perhatian khusus melalui berbagai kebijakan relaksasi, mulai dari penyesuaian harga avtur, pengurangan airport tax dan biaya ground handling, hingga kemudahan slot penerbangan dan insentif khusus untuk penerbangan umrah.

“Kami memahami maskapai juga menghadapi tekanan berat. Namun jangan sampai seluruh beban dibebankan kepada jamaah dan penyelenggara umrah,” kata Zaky.

Dia menegaskan, kenaikan harga tiket yang terus terjadi bukan hanya berdampak pada travel umrah, tetapi juga hotel, pelaku UMKM perlengkapan ibadah, hingga tenaga kerja di sektor wisata religi.

“Umrah bukan sekadar bisnis penerbangan, tetapi juga menyangkut pelayanan ibadah umat dan kepentingan nasional,” tutupnya. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *